Produksi CPO AALI bertambah 7,1%
Selasa, 25 Maret 2014 - 10:46 WIB
Produksi CPO AALI bertambah 7,1%
A
A
A
Sindonews.com - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) hingga akhir Februari 2014 mencatat kenaikan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi 260.399 ton.
"Produksi CPO AALI hingga Februari 2014 naik 7,1 persen dibanding produksi CPO AALI periode yang sama tahun 2013 sebanyak 243.207 ton," kata Investor Relations AALI Rudy Limardjo dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/3/2014).
Kendati demikian, menurut dia, naiknya produksi CPO perseroan tersebut tidak dibarengi dengan produksi tandan buah segar (TBS). Pada periode Januari-Februari 2014, produksi TBS perseroan tercatat turun 0,3 persen menjadi 829.006 ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 831.293 ton.
Yield rata-rata TBS sepanjang dua bulan ini anjlok 5,6 persen menjadi 3,34 persen dibanding sebelumnya sebesar 3,54 persen. Adapun, dua kebun perseroan mencatat penurunan produksi TBS.
Produksi TBS di kebun wilayah Sumatera menyusut 7,1 persen dari 356.436 ton menjadi 331.083 ton dan wilayah Sulawesi mengalami penurunan 0,2 persen dari 150.646 ton menjadi 150.414 ton. Sementara produksi TBS wilayah Kalimantan meningkat 7,2 persen menjadi 347.569 ton dari 324.211 ton.
Sementara produksi TBS sepanjang dua bulan ini dikontribusi dari Sumatera sebesar 18,2 persen, Kalimantan sekitar 41,9 persen dan Sulawesi 39,9 persen.
Produksi TBS olah meningkat 8,3 persen menjadi 1,17 juta ton dibanding akhir Februari 2013 sebanyak 1,008 juta ton. Namun, produksi TBS dari kebun inti menurun 2,1 persen menjadi 611.456 ton dari sebelumnya 624.307 ton, sedangkan dari kebun eksternal meningkat 22,4 persen menjadi 562.388 ton dari 459.461 ton.
Produksi komoditas kebun perseroan lainnya, kernel pada akhir Februari 2014 tercatat meningkat 7,6 persen menjadi 55.237 ton dari tahun sebelumnya sebanyak 51.320 ton.
Perseroan sepanjang tahun lalu mencatat penurunan laba bersih sebesar 25,3 persen menjadi Rp1,8 triliun karena turunnya yield TBS dan rugi selisih kurs. Sementara pendapatan mengalami kenaikan sebesar 9,6 persen menjadi Rp12,67 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp11,56 triliun didukung naiknya volume dan membaiknya harga rata-rata penjualan CPO.
Volume penjualan CPO AALI pada tahun lalu sebanyak 1,58 juta ton atau naik 10,8 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1,42 juta ton. Sedangkan harga rata-rata CPO turun 0,6 persen dari Rp7.322 per kilogram (kg) menjadi Rp7.277 per kg.
"Produksi CPO AALI hingga Februari 2014 naik 7,1 persen dibanding produksi CPO AALI periode yang sama tahun 2013 sebanyak 243.207 ton," kata Investor Relations AALI Rudy Limardjo dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/3/2014).
Kendati demikian, menurut dia, naiknya produksi CPO perseroan tersebut tidak dibarengi dengan produksi tandan buah segar (TBS). Pada periode Januari-Februari 2014, produksi TBS perseroan tercatat turun 0,3 persen menjadi 829.006 ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 831.293 ton.
Yield rata-rata TBS sepanjang dua bulan ini anjlok 5,6 persen menjadi 3,34 persen dibanding sebelumnya sebesar 3,54 persen. Adapun, dua kebun perseroan mencatat penurunan produksi TBS.
Produksi TBS di kebun wilayah Sumatera menyusut 7,1 persen dari 356.436 ton menjadi 331.083 ton dan wilayah Sulawesi mengalami penurunan 0,2 persen dari 150.646 ton menjadi 150.414 ton. Sementara produksi TBS wilayah Kalimantan meningkat 7,2 persen menjadi 347.569 ton dari 324.211 ton.
Sementara produksi TBS sepanjang dua bulan ini dikontribusi dari Sumatera sebesar 18,2 persen, Kalimantan sekitar 41,9 persen dan Sulawesi 39,9 persen.
Produksi TBS olah meningkat 8,3 persen menjadi 1,17 juta ton dibanding akhir Februari 2013 sebanyak 1,008 juta ton. Namun, produksi TBS dari kebun inti menurun 2,1 persen menjadi 611.456 ton dari sebelumnya 624.307 ton, sedangkan dari kebun eksternal meningkat 22,4 persen menjadi 562.388 ton dari 459.461 ton.
Produksi komoditas kebun perseroan lainnya, kernel pada akhir Februari 2014 tercatat meningkat 7,6 persen menjadi 55.237 ton dari tahun sebelumnya sebanyak 51.320 ton.
Perseroan sepanjang tahun lalu mencatat penurunan laba bersih sebesar 25,3 persen menjadi Rp1,8 triliun karena turunnya yield TBS dan rugi selisih kurs. Sementara pendapatan mengalami kenaikan sebesar 9,6 persen menjadi Rp12,67 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp11,56 triliun didukung naiknya volume dan membaiknya harga rata-rata penjualan CPO.
Volume penjualan CPO AALI pada tahun lalu sebanyak 1,58 juta ton atau naik 10,8 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1,42 juta ton. Sedangkan harga rata-rata CPO turun 0,6 persen dari Rp7.322 per kilogram (kg) menjadi Rp7.277 per kg.
(rna)
Lihat Juga :