Pemerintah ingin bangun 20 rig untuk industri CBM
Selasa, 25 Maret 2014 - 12:56 WIB
Pemerintah ingin bangun 20 rig untuk industri CBM
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah menggenjot industri energi terbarukan berbasis coalbed methane (CBM). ESDM berharap dapat membangun 20 rig (alat pengeboran) untuk memfasilitasi industri CBM tersebut.
"Untuk pengeboran CBM ini memerlukan rig yang banyak. Makanya tadi saya di dalam sambutan bilang kalau bisa itu dibangun 20 biji," ungkap Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo usai pembukaan konferensi IndoCBM 2014, Selasa (25/3/2014).
Dia mengungkapkan, saat ini Lemigas bersama Balitbang ESDM, UPN serta beberapa perusahaan tengah mengupayakan pembangunan rig yang berukuran kecil dengan kapasitas pengeboran 700 hingga 1000 meter. Pihaknya berharap bahwa rig untuk CBM tidak diimpor dan diproduksi dalam negeri.
"Kalau ngebor pakai rig yang besar otomatis biayanya mahal, karena itu ESDM minta ke Balitbang untuk membuat design kerja sama dengan teman-teman dari UPN untuk membangun rig yang kecil," imbuhnya.
Alat pengebor ini, kata Susilo, juga bisa digunakan untuk melakukan pengeboran air. Karena itu, dengan pembangunan 20 rig ini ESDM berharap kelangkaan alat pengeboran tidak terjadi lagi.
"Karena selama ini terjadi kelangkaan, maka pertama akan kita perbanyak ini. Harganya pun relatif murah," pungkas dia.
"Untuk pengeboran CBM ini memerlukan rig yang banyak. Makanya tadi saya di dalam sambutan bilang kalau bisa itu dibangun 20 biji," ungkap Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo usai pembukaan konferensi IndoCBM 2014, Selasa (25/3/2014).
Dia mengungkapkan, saat ini Lemigas bersama Balitbang ESDM, UPN serta beberapa perusahaan tengah mengupayakan pembangunan rig yang berukuran kecil dengan kapasitas pengeboran 700 hingga 1000 meter. Pihaknya berharap bahwa rig untuk CBM tidak diimpor dan diproduksi dalam negeri.
"Kalau ngebor pakai rig yang besar otomatis biayanya mahal, karena itu ESDM minta ke Balitbang untuk membuat design kerja sama dengan teman-teman dari UPN untuk membangun rig yang kecil," imbuhnya.
Alat pengebor ini, kata Susilo, juga bisa digunakan untuk melakukan pengeboran air. Karena itu, dengan pembangunan 20 rig ini ESDM berharap kelangkaan alat pengeboran tidak terjadi lagi.
"Karena selama ini terjadi kelangkaan, maka pertama akan kita perbanyak ini. Harganya pun relatif murah," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :