Bangun pabrik LTJ, TINS siapkan Rp20 M
Selasa, 25 Maret 2014 - 14:34 WIB
Bangun pabrik LTJ, TINS siapkan Rp20 M
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai salah satu solusi pengolahan atas meningkatnya permintaan dunia untuk timah putih (Sn), PT Timah Tbk (TINS) akan berfokus pada produksi logam tanah jarang (LTJ).
Direktur Utama TINS Sukrisno mengatakan, untuk memuluskan program tersebut, perseroan harus menganggarkan dana sebesar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar untuk membangun pabrik pengolahan LTJ tersebut.
"Untuk tanah jarang ini kami menginvestasikan dana sebesar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar," kata Sukrisno usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TINS di Hotel The Rizt Cmarlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Sukrisno menjelaskan bahwa nantinya pabrik LTJ tersebut akan menghasilkan produk dalam bentuk hidroksida dan dapat memproduksi sebanyak 50 kilogram (kg) per hari atau sekitar 15 ton per tahun.
"Produksi untuk tanah jarang ini dihitung per kilogram bukan ton, kami prediksi kapasitasnya sekitar 50 kg per hari," tambahnya.
Menurut Sukrisno, pabrik LTJ akan mulai berproduksi pada tahun 2015 mendatang. Harga dari produk yang dihasilkan (hidrooksida) sendiri mencapai 10 kali lipat dari harga logam timah.
"Sampai saat inim, kami belum melakukan penambangan, kami masih menggunakan hasil limbah tambang timah. Tapi kami melihat prospek ke depan untuk produk hasil LTJ ini sangat baik karena harganya saja mencapai 10 kali lipat harga timah," terangnya.
Direktur Utama TINS Sukrisno mengatakan, untuk memuluskan program tersebut, perseroan harus menganggarkan dana sebesar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar untuk membangun pabrik pengolahan LTJ tersebut.
"Untuk tanah jarang ini kami menginvestasikan dana sebesar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar," kata Sukrisno usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TINS di Hotel The Rizt Cmarlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Sukrisno menjelaskan bahwa nantinya pabrik LTJ tersebut akan menghasilkan produk dalam bentuk hidroksida dan dapat memproduksi sebanyak 50 kilogram (kg) per hari atau sekitar 15 ton per tahun.
"Produksi untuk tanah jarang ini dihitung per kilogram bukan ton, kami prediksi kapasitasnya sekitar 50 kg per hari," tambahnya.
Menurut Sukrisno, pabrik LTJ akan mulai berproduksi pada tahun 2015 mendatang. Harga dari produk yang dihasilkan (hidrooksida) sendiri mencapai 10 kali lipat dari harga logam timah.
"Sampai saat inim, kami belum melakukan penambangan, kami masih menggunakan hasil limbah tambang timah. Tapi kami melihat prospek ke depan untuk produk hasil LTJ ini sangat baik karena harganya saja mencapai 10 kali lipat harga timah," terangnya.
(rna)
Lihat Juga :