Nyepi, Pertamina Bali tambah stok BBM dan gas
Selasa, 25 Maret 2014 - 16:55 WIB
Nyepi, Pertamina Bali tambah stok BBM dan gas
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina menjamin penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji agar tetap aman di wilayah Bali menjelang dan sesudah Hari Raya Nyepi 2014 dengan menambah stok hingga 10 persen.
"Guna menjamin ketersediaan BBM Subsidi, Pertamina mengantisipasi dengan peningkatan stok hingga 10 persen dari konsumsi normal," kata Assistant Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari dalam rilisnya, Selasa (25/3/2014).
Meski puncak peningkatan konsumsi BBM biasanya terjadi pada H-2 sampai H-1 sebelum Nyepi namun Pertamina telah menginstruksikan penambahan stok ke seluruh SPBU mulai H-7 Nyepi.
Konsumsi normal Premium di Bali sekitar 2.700 kiloliter per hari dan solar sekitar 900 kiloliter per hari. "Menjelang Nyepi kami tingkatkan antisipasi peningkatan BBM sekitar 10 persen untuk masing-masing produk," ujarnya.
Untuk elpiji 3 kg, Pertamina meningkatkan "bufferstock" hingga 3 persen dari konsumsi normal atau sebesar 440 Metrik ton/hari dari konsumsi normal 430 Metrik ton/hari.
Kendati tahun sebelumnya tidak ada peningkatan konsumsi elpiji 3 kg di masa perayaan Nyepi, namun Pertamina tetap mengantisipasi peningkatan bufferstock di agen hingga 3 persen.
Pertaminan ingin memastikan penyaluran BBM dan elpiji di lapangan, agar berjalan lancar. Dibentuk pula, Satuan Tugas (Satgas) untuk memantau ketersediaan stok di terminal BBM dan elpiji hingga distribusinya serta stok di lembaga penyalur.
Berdasar data Pertamina pada Februari tercatat konsumsi Premium di Bali mencapai 136.457 kiloliter, solar sebesar 36.984 kiloliter dan elpiji 3 kg mencapai 21.900 metrik ton.
"Konsumsi BBM subsidi terbesar di Bali didominasi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sedang elpiji 3 Kg konsumsi terbesar terjadi di Denpasar dan Buleleng," pungkasnya.
"Guna menjamin ketersediaan BBM Subsidi, Pertamina mengantisipasi dengan peningkatan stok hingga 10 persen dari konsumsi normal," kata Assistant Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari dalam rilisnya, Selasa (25/3/2014).
Meski puncak peningkatan konsumsi BBM biasanya terjadi pada H-2 sampai H-1 sebelum Nyepi namun Pertamina telah menginstruksikan penambahan stok ke seluruh SPBU mulai H-7 Nyepi.
Konsumsi normal Premium di Bali sekitar 2.700 kiloliter per hari dan solar sekitar 900 kiloliter per hari. "Menjelang Nyepi kami tingkatkan antisipasi peningkatan BBM sekitar 10 persen untuk masing-masing produk," ujarnya.
Untuk elpiji 3 kg, Pertamina meningkatkan "bufferstock" hingga 3 persen dari konsumsi normal atau sebesar 440 Metrik ton/hari dari konsumsi normal 430 Metrik ton/hari.
Kendati tahun sebelumnya tidak ada peningkatan konsumsi elpiji 3 kg di masa perayaan Nyepi, namun Pertamina tetap mengantisipasi peningkatan bufferstock di agen hingga 3 persen.
Pertaminan ingin memastikan penyaluran BBM dan elpiji di lapangan, agar berjalan lancar. Dibentuk pula, Satuan Tugas (Satgas) untuk memantau ketersediaan stok di terminal BBM dan elpiji hingga distribusinya serta stok di lembaga penyalur.
Berdasar data Pertamina pada Februari tercatat konsumsi Premium di Bali mencapai 136.457 kiloliter, solar sebesar 36.984 kiloliter dan elpiji 3 kg mencapai 21.900 metrik ton.
"Konsumsi BBM subsidi terbesar di Bali didominasi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sedang elpiji 3 Kg konsumsi terbesar terjadi di Denpasar dan Buleleng," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :