Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
Rabu, 15 Juli 2026 - 11:32 WIB
loading...
BPDP bersama Ditjenbun dan AKPY menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit bagi 150 pekebun asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit bagi 150 pekebun asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Langkah strategis yang berlangsung pada 14–20 Juli 2026 di Makassar ini bertujuan untuk memitigasi ancaman dampak fenomena El Nino dan cuaca ekstrem yang berpotensi menurunkan produktivitas sawit rakyat.
"Tahun 2026 tantangan terbesar adalah perubahan iklim. Curah hujan diperkirakan menurun dan suhu meningkat. Kita memang tidak bisa mengendalikan iklim, tetapi kita bisa menyiapkan kebun agar lebih adaptif," ujar Direktur AKPY, Sri Gunawan dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
Dia menjelaskan perubahan iklim dan penurunan curah hujan berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman, mengurangi pembentukan bunga betina, hingga menurunkan aktivitas serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus. Oleh karena itu, melalui program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026, para peserta dibekali strategi pengelolaan tanah yang tepat serta penerapan prinsip Good Agricultural Practices (GAP).
Guna mengantisipasi kekeringan, para pekebun didorong untuk menerapkan teknik konservasi air secara mandiri di lahan mereka melalui pembuatan embung, rorak, dan parit buntu. Selain itu, pemanfaatan bahan organik dari pelepah sawit juga digalakkan agar tanah memiliki kemampuan menyimpan air lebih lama dan menjaga pasokan nutrisi tanaman.
"Tahun 2026 tantangan terbesar adalah perubahan iklim. Curah hujan diperkirakan menurun dan suhu meningkat. Kita memang tidak bisa mengendalikan iklim, tetapi kita bisa menyiapkan kebun agar lebih adaptif," ujar Direktur AKPY, Sri Gunawan dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
Dia menjelaskan perubahan iklim dan penurunan curah hujan berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman, mengurangi pembentukan bunga betina, hingga menurunkan aktivitas serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus. Oleh karena itu, melalui program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026, para peserta dibekali strategi pengelolaan tanah yang tepat serta penerapan prinsip Good Agricultural Practices (GAP).
Guna mengantisipasi kekeringan, para pekebun didorong untuk menerapkan teknik konservasi air secara mandiri di lahan mereka melalui pembuatan embung, rorak, dan parit buntu. Selain itu, pemanfaatan bahan organik dari pelepah sawit juga digalakkan agar tanah memiliki kemampuan menyimpan air lebih lama dan menjaga pasokan nutrisi tanaman.
Lihat Juga :