Akuisisi perusahaan Myanmar, SMGR siapkan USD200 juta
Selasa, 25 Maret 2014 - 19:03 WIB
Akuisisi perusahaan Myanmar, SMGR siapkan USD200 juta
A
A
A
Sindonews.com - Rencana ekspansi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) ke Myanmar kembali memasuki babak baru. Saat ini, emiten semen plat merah ini telah menetapkan alokasi anggaran yang akan digelontorkan untuk memuluskan aksinya tersebut sebesar USD200 juta.
Sayang, terkait target akuisisinya ini SMGR masih belum menetapkan hati lantaran perseroan masih belum merampungkan kajian perihal dua kandidat utama yang sebelunya telah diseleksi. "Ada dua perusahaan, tapi baru satu yang kami jajaki," ujar Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto di JW Marriot, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Sebenarnya, kata dia, SMGR telah menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon perusahaan asal Myanmar yang akan diakuisisinya. Perusahaan yang dibidik perseroan adalah perusahaan kecil yang sudah berproduksi. "Kapasitasnya masih kecil, sekitar 1-1,5 juta ton. Diharapkan, akuisisi bisa dilaksanakan Juni tahun ini," imbuh Dwi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Semen Indonesia, Ahyanizzaman mengatakan, investasi maksimal untuk kedua perusahaan sebesar USD200 juta. Untuk tahap awal, perseroan akan menjadi pemegang saham minoritas terlebih dahulu. "Yang jelas kami masuk dulu ke perusahaan itu," ujarnya.
Sebelumnya, perseroan sudah berhasil mengakuisisi perusahaan Vietnam Thang Long Cement. EBITDA perseroan tercatat naik 15 persen dari 351 miliar dong Vietnam menjadi 404 miliar dong Vietnam. Beban bunga berhasil diturunkan dan mendorong laba usaha dari 96,1 miliar dong Vietnam menjadi 104,6 miliar dong Vietnam.
Sayang, terkait target akuisisinya ini SMGR masih belum menetapkan hati lantaran perseroan masih belum merampungkan kajian perihal dua kandidat utama yang sebelunya telah diseleksi. "Ada dua perusahaan, tapi baru satu yang kami jajaki," ujar Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto di JW Marriot, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Sebenarnya, kata dia, SMGR telah menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon perusahaan asal Myanmar yang akan diakuisisinya. Perusahaan yang dibidik perseroan adalah perusahaan kecil yang sudah berproduksi. "Kapasitasnya masih kecil, sekitar 1-1,5 juta ton. Diharapkan, akuisisi bisa dilaksanakan Juni tahun ini," imbuh Dwi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Semen Indonesia, Ahyanizzaman mengatakan, investasi maksimal untuk kedua perusahaan sebesar USD200 juta. Untuk tahap awal, perseroan akan menjadi pemegang saham minoritas terlebih dahulu. "Yang jelas kami masuk dulu ke perusahaan itu," ujarnya.
Sebelumnya, perseroan sudah berhasil mengakuisisi perusahaan Vietnam Thang Long Cement. EBITDA perseroan tercatat naik 15 persen dari 351 miliar dong Vietnam menjadi 404 miliar dong Vietnam. Beban bunga berhasil diturunkan dan mendorong laba usaha dari 96,1 miliar dong Vietnam menjadi 104,6 miliar dong Vietnam.
(izz)
Lihat Juga :