Bank Mandiri perkuat bisnis di Singapura
Rabu, 26 Maret 2014 - 14:58 WIB
Bank Mandiri perkuat bisnis di Singapura
A
A
A
Sindonews.com – PT Bank Mandiri terus memperkuat bisnis di Singapura dengan mengintegrasikan perusahaan anak, yaitu Mandiri Sekuritas dan Mandiri Management Investasi. Pada 2013, dana masyarakat yang dihimpun Bank Mandiri Singapura naik hingga 98,7 persen menjadi USD244,61 juta dari tahun sebelumnya USD123,10 juta.
Untuk mencapai pertumbuhan bisnis lebih baik, Bank Mandiri merelokasi kantor di Singapura ke pusat bisnis dan menggabungkannya dengan kantor cabang Mandiri Sekuritas dan Mandiri Management Investasi. Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Bank Mandiri selalu menerapkan strategi follow the trade, follow the people dalam pengembangan bisnis global.
”Integrasi layanan kantor kami di Singapura ini merupakan bagian dari strategi itu dan rangkaian rencana ekspansi di luar negeri sesuai dengan visi Bank Mandiri menjadi bank terbaik di ASEAN,” kata Budi dalam rilisnya, Rabu (26/3/2014).
Di Singapura, Budi menjelaskan, Bank Mandiri akan fokus mengembangkan bisnis structured trade financing services, layanan treasury, investment banking dan bilateral lending khususnya kepada Indonesian related companies yang ada di negara-negara ASEAN.
Pada 2013, Bank Mandiri Singapura mencatatkan perkembangan bisnis yang baik di tengah kondisi ekonomi yang kurang mendukung. Total aset tumbuh sebesar 11,59 persen menjadi USD870,4 juta didorong penyaluran kredit sebesar USD565 juta pada 2013.
Pertumbuhan tersebut juga dibarengi dengan kualitas yang semakin baik, seperti tercermin dalam penurunan NPL gross dari 0,30 persen pada 2012 menjadi 0,19 persen di 2013.
Dari total penyaluran kredit itu, sebagian besar digunakan untuk membiayai sektor agribisnis dan komoditi serta kredit ekspor. Melihat perkembangan itu, Bank Mandiri Singapura akan terus mengembangkan sektor bisnis tersebut, sehingga pada akhirnya Bank Mandiri dan entitas bisnis dapat meningkatkan peran aktif dalam mendorong perekonomian Indonesia.
Budi menambahkan, Bank Mandiri juga ingin mendukung peningkatan volume transaksi perdagangan serta memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Singapura. Data dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa selama 2013, total impor Indonesia dari Singapura mencapai USD10,15 miliar. Diharapkan tahun ini angka perdagangan antara Indonesia dan Singapura meningkat positif.
”Melalui kantor cabang ini, kami ingin membuka jendela kesempatan bagi lebih banyak lagi perusahaan Indonesia untuk menciptakan jaringan bisnis baru dengan mitra asing. Kami juga akan terus menerapkan pelayanan terbaik kepada nasabah internasional di kantor cabang Singapura agar dapat menjadi benchmark dan dapat mempengaruhi persepsi masyarakat internasional terhadap Indonesia,” ujar Budi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto mengemukakan bahwa ekspansi bisnis yang dilakukan Mandiri Sekuritas merupakan upaya perseroan untuk terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar dengan memperluas basis nasabah dan jaringan di pasar keuangan internasional.
”Pembukaan kantor layanan regional ini dalam rangka pencapaian tujuan strategis jangka panjang serta untuk mengantisipasi peluang-peluang bisnis di masa mendatang, sekaligus menunjukkan kesiapan kami menghadapi ASEAN Economic Community," ujar dia.
Untuk itu, dia mengatakan, Mandiri Sekuritas akan berkolaborasi dengan Bank Mandiri sebagai induk perusahaan dan Mandiri Manajemen Investasi untuk membantu Indonesian related companies yang akan menambah permodalan dari pasar modal.
Direktur Utama Mandiri Management Investasi Muhammad Hanif mengatakan, Mandiri Investasi akan mengoptimalkan kantor layanan di Singapura untuk mengelola investasi dana para accredited investor. Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan produk-produk pengelolaan di sektor riil dan surat berharga di pasar modal Indonesia.
Mandiri Investasi yang didirikan di Singapore pada bulan Juni 2012 dan telah terdaftar sebagai Registered Fund Management Company (RFMC) dari Monetary Authority of Singapore (MAS) pada Agustus 2013.
Untuk mencapai pertumbuhan bisnis lebih baik, Bank Mandiri merelokasi kantor di Singapura ke pusat bisnis dan menggabungkannya dengan kantor cabang Mandiri Sekuritas dan Mandiri Management Investasi. Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Bank Mandiri selalu menerapkan strategi follow the trade, follow the people dalam pengembangan bisnis global.
”Integrasi layanan kantor kami di Singapura ini merupakan bagian dari strategi itu dan rangkaian rencana ekspansi di luar negeri sesuai dengan visi Bank Mandiri menjadi bank terbaik di ASEAN,” kata Budi dalam rilisnya, Rabu (26/3/2014).
Di Singapura, Budi menjelaskan, Bank Mandiri akan fokus mengembangkan bisnis structured trade financing services, layanan treasury, investment banking dan bilateral lending khususnya kepada Indonesian related companies yang ada di negara-negara ASEAN.
Pada 2013, Bank Mandiri Singapura mencatatkan perkembangan bisnis yang baik di tengah kondisi ekonomi yang kurang mendukung. Total aset tumbuh sebesar 11,59 persen menjadi USD870,4 juta didorong penyaluran kredit sebesar USD565 juta pada 2013.
Pertumbuhan tersebut juga dibarengi dengan kualitas yang semakin baik, seperti tercermin dalam penurunan NPL gross dari 0,30 persen pada 2012 menjadi 0,19 persen di 2013.
Dari total penyaluran kredit itu, sebagian besar digunakan untuk membiayai sektor agribisnis dan komoditi serta kredit ekspor. Melihat perkembangan itu, Bank Mandiri Singapura akan terus mengembangkan sektor bisnis tersebut, sehingga pada akhirnya Bank Mandiri dan entitas bisnis dapat meningkatkan peran aktif dalam mendorong perekonomian Indonesia.
Budi menambahkan, Bank Mandiri juga ingin mendukung peningkatan volume transaksi perdagangan serta memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Singapura. Data dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa selama 2013, total impor Indonesia dari Singapura mencapai USD10,15 miliar. Diharapkan tahun ini angka perdagangan antara Indonesia dan Singapura meningkat positif.
”Melalui kantor cabang ini, kami ingin membuka jendela kesempatan bagi lebih banyak lagi perusahaan Indonesia untuk menciptakan jaringan bisnis baru dengan mitra asing. Kami juga akan terus menerapkan pelayanan terbaik kepada nasabah internasional di kantor cabang Singapura agar dapat menjadi benchmark dan dapat mempengaruhi persepsi masyarakat internasional terhadap Indonesia,” ujar Budi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto mengemukakan bahwa ekspansi bisnis yang dilakukan Mandiri Sekuritas merupakan upaya perseroan untuk terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar dengan memperluas basis nasabah dan jaringan di pasar keuangan internasional.
”Pembukaan kantor layanan regional ini dalam rangka pencapaian tujuan strategis jangka panjang serta untuk mengantisipasi peluang-peluang bisnis di masa mendatang, sekaligus menunjukkan kesiapan kami menghadapi ASEAN Economic Community," ujar dia.
Untuk itu, dia mengatakan, Mandiri Sekuritas akan berkolaborasi dengan Bank Mandiri sebagai induk perusahaan dan Mandiri Manajemen Investasi untuk membantu Indonesian related companies yang akan menambah permodalan dari pasar modal.
Direktur Utama Mandiri Management Investasi Muhammad Hanif mengatakan, Mandiri Investasi akan mengoptimalkan kantor layanan di Singapura untuk mengelola investasi dana para accredited investor. Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan produk-produk pengelolaan di sektor riil dan surat berharga di pasar modal Indonesia.
Mandiri Investasi yang didirikan di Singapore pada bulan Juni 2012 dan telah terdaftar sebagai Registered Fund Management Company (RFMC) dari Monetary Authority of Singapore (MAS) pada Agustus 2013.
(rna)
Lihat Juga :