Produktivitas SDM RI minim jelang AEC 2015
Rabu, 26 Maret 2014 - 17:06 WIB
Produktivitas SDM RI minim jelang AEC 2015
A
A
A
Sindonews.com - Geliat ASEAN Economic Community (AEC) yang akan berlangsung pada 2015 semakin muncul ke permukaan. Namun, kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih jauh dari yang diharapkan.
Ekonom dari Bank DBS, Gundy Cahyadi mengungkapkan, bahwa potensi SDM Indonesia masih menjadi masalah pelik saat ini. "Kesiapan Indonesia menjelang AEC, potensi SDM sebenarnya masih jadi masalah pelik. Bukan hanya Indonesia saja yang belum siap, negara lain pun juga terlihat belum siap," katanya di sela diskusi paparan ekonomi, Rabu (26/3/2014).
Dia melihat, Indonesia punya produktivitas SDM yang cenderung belum kompetitif di semua sektor dibandingkan negara lain. Bahkan, kata dia, SDM Thailand justru memiliki produktivitas yang sangat tinggi, terlebih untuk sektor manufaktur.
"Kita enggak bisa expect ada pertumbuhan signifikan di bulan atau akhir tahun ini. Tapi saya memang melihat produktivitas Indonesia masih rendah terutama industri manufacturing," imbuhnya.
Pihaknya berharap, pemerintah Indonesia dapat memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan mutu dan produktivitas SDM Indonesia. Pemerintah juga harus terus melakukan training atau edukasi bagi para pekerja Indonesia. Terlebih hingga saat ini, masih banyak tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sektor informal.
"Pemeritah harus mmberikan perhatian, dan education workers training. Masih banyak daerah yang tertinggal. Jadi kenyatannya kita punya kapasitas berkembang tinggi, yang kurang itu produktivitas. Dan pemerintah perlu memberikan regulasi yang mempermudah melakukan bisnis," pungkasnya.
Ekonom dari Bank DBS, Gundy Cahyadi mengungkapkan, bahwa potensi SDM Indonesia masih menjadi masalah pelik saat ini. "Kesiapan Indonesia menjelang AEC, potensi SDM sebenarnya masih jadi masalah pelik. Bukan hanya Indonesia saja yang belum siap, negara lain pun juga terlihat belum siap," katanya di sela diskusi paparan ekonomi, Rabu (26/3/2014).
Dia melihat, Indonesia punya produktivitas SDM yang cenderung belum kompetitif di semua sektor dibandingkan negara lain. Bahkan, kata dia, SDM Thailand justru memiliki produktivitas yang sangat tinggi, terlebih untuk sektor manufaktur.
"Kita enggak bisa expect ada pertumbuhan signifikan di bulan atau akhir tahun ini. Tapi saya memang melihat produktivitas Indonesia masih rendah terutama industri manufacturing," imbuhnya.
Pihaknya berharap, pemerintah Indonesia dapat memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan mutu dan produktivitas SDM Indonesia. Pemerintah juga harus terus melakukan training atau edukasi bagi para pekerja Indonesia. Terlebih hingga saat ini, masih banyak tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sektor informal.
"Pemeritah harus mmberikan perhatian, dan education workers training. Masih banyak daerah yang tertinggal. Jadi kenyatannya kita punya kapasitas berkembang tinggi, yang kurang itu produktivitas. Dan pemerintah perlu memberikan regulasi yang mempermudah melakukan bisnis," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :