Bank syariah berlomba kejar pasar mikro
Rabu, 26 Maret 2014 - 17:39 WIB
Bank syariah berlomba kejar pasar mikro
A
A
A
Sindonews.com - Perbankan syariah tahun ini akan berlomba meningkatkan penetrasinya di segmen mikro. Mereka akan bersaing dengan bank umum yang berebut untuk pengucuran pembiayaan di sektor ini.
Direktur Bisnis Bank BNI Syariah, Imam T Saptono mengatakan, potensi pasar mikro masih sangat luas. Namun hal ini harus membuat perbankan syariah melebarkan sayap ke luar Pulau Jawa.
Tantangan segmen ini yakni dalam memperkuat kantor cabang di daerah, karena harus membina nasabahnya yang mayoritas masih awam dengan aturan perbankan. Selain itu, masalah lainnya yang harus dijawab dalam penagihan pinjaman ke nasabah yang rutin dilakukan setiap pekan.
Bahkan, kata dia, untuk pinjaman lebih kecil di bawah Rp50 juta, nasabah harus dikunjungi hampir setiap hari. "Potensinya masih sangat besar, namun untuk collection-nya harus dilakukan rutin. Terlebih karena para nasabah masih sangat awam dengan aturan bank dan laporan keuangan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, BNI Syariah menargetkan pembiayaan mikro tahun ini bisa mencapai Rp1,2 triliun atau tumbuh dari Rp800 miliar tahun lalu. Nilai pembiayaan mikro perseroan terus meningkat signifikan dibandingkan pengucuran 2012 hanya mencapai Rp275 miliar.
Kecilnya pengucuran pembiayaan mikro tersebut, karena pengembangan produk tersebut masih baru. Kantor cabang yang melayani pembiayaan mikro pada tahun lalu juga baru 81 unit.
"Pembiayaan UMKM kami 45 persen dari total Rp12 triliun, mik total pembiayaan. Sedangkan mikro hanya 8 persen, karena masih baru. Tahun lalu mikro Rp800 miliar, tahun ini diharapkan naik Rp1,2 triliun atau naik 50 persen," ujarnya.
Sementara, Direktur Ritel Bank Muamalat, Adrian A Gunadi mengatakan, target pembiayaan ke UMKM tahun ini mencapai Rp10 triliun atau naik 30 persen dari tahun lalu.
Pihaknya akan menyiapkan tiga produk baru untuk menyasar segmen mikro, walaupun tidak menjelaskan lebih rinci. "Yang pasti kami akan meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat jaringan kantor demi menyasar segmen mikro," pungkas dia.
Direktur Bisnis Bank BNI Syariah, Imam T Saptono mengatakan, potensi pasar mikro masih sangat luas. Namun hal ini harus membuat perbankan syariah melebarkan sayap ke luar Pulau Jawa.
Tantangan segmen ini yakni dalam memperkuat kantor cabang di daerah, karena harus membina nasabahnya yang mayoritas masih awam dengan aturan perbankan. Selain itu, masalah lainnya yang harus dijawab dalam penagihan pinjaman ke nasabah yang rutin dilakukan setiap pekan.
Bahkan, kata dia, untuk pinjaman lebih kecil di bawah Rp50 juta, nasabah harus dikunjungi hampir setiap hari. "Potensinya masih sangat besar, namun untuk collection-nya harus dilakukan rutin. Terlebih karena para nasabah masih sangat awam dengan aturan bank dan laporan keuangan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, BNI Syariah menargetkan pembiayaan mikro tahun ini bisa mencapai Rp1,2 triliun atau tumbuh dari Rp800 miliar tahun lalu. Nilai pembiayaan mikro perseroan terus meningkat signifikan dibandingkan pengucuran 2012 hanya mencapai Rp275 miliar.
Kecilnya pengucuran pembiayaan mikro tersebut, karena pengembangan produk tersebut masih baru. Kantor cabang yang melayani pembiayaan mikro pada tahun lalu juga baru 81 unit.
"Pembiayaan UMKM kami 45 persen dari total Rp12 triliun, mik total pembiayaan. Sedangkan mikro hanya 8 persen, karena masih baru. Tahun lalu mikro Rp800 miliar, tahun ini diharapkan naik Rp1,2 triliun atau naik 50 persen," ujarnya.
Sementara, Direktur Ritel Bank Muamalat, Adrian A Gunadi mengatakan, target pembiayaan ke UMKM tahun ini mencapai Rp10 triliun atau naik 30 persen dari tahun lalu.
Pihaknya akan menyiapkan tiga produk baru untuk menyasar segmen mikro, walaupun tidak menjelaskan lebih rinci. "Yang pasti kami akan meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat jaringan kantor demi menyasar segmen mikro," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :