Bank Jatim bagi dividen Rp605,8 M
Rabu, 26 Maret 2014 - 17:49 WIB
Bank Jatim bagi dividen Rp605,8 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan deviden kepada pemegang saham. Laba bersih BJTM tahun buku 2013, sebesar Rp824,31 miliar.
Jumlah laba bersih tersebut akan di bagi secara cash kepada pemegang saham sebesar Rp605,8 miliar. Sisanya sebesar Rp210,2 miliar dijadikan sebagai dana cadangan. Keuntungan yang dibukukan cukup besar, jika diprosentase mencapai 13,75 persen dengan total aset mencapai Rp33,05 triliun, meningkat sebesar 13,51 persen.
"Keuntungan ini membuktikan pertumbuhan Bank Jatim sangat baik. Bahkan saat ini harga saham mengalami kenaikan," kata Gubernur Jatim, Soekarwo setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun Buku 2013 di Hotel Bumi, Surabaya, Rabu (26/3/2014).
Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo mengatakan, setelah dilakukan RUPS harga saham mengalami kenaikan dari Rp430 menjadi Rp468. Saat ini, Gubernur meminta supaya Bank Jatim bisa lebih baik dari tahun ini. Untuk itu, Bank Jatim akan melakukan investasi Rp150 triliun.
Dana tersebut bisa dipergunakan untuk peningkatan bisnis di Jatim, karena prospek ekonomi di Jatim memiliki prospek yang sangat baik. Meski demikian, Pakde meminta supaya dalam pemberian pinjaman kepada pelaku bisnis, baik industri besar atau kecil dilakukan secara hati-hati.
Pasalnya, dalam memberikan pinjaman tidak bisa seenaknya. "Kan kita pertimbangkan, kalau tidak bisa nyaur (mengembalikan) Bank kan bisa bangkrut. Prinsipnya, Bank itu mencari keuntungan tetapi bermanfaat," ujarnya.
Untuk mendapatkan keuntungan lebih baik, Bank Jatim diharapkan bisa membuat terobosan-terobosan yang lebih inovasi. Pembangunan kantor dan lokasi layanan bank akan diperbanyak supaya bisa melayani seluruh keinginan masyarakat. Jika tidak, maka Bank Jatim bisa dikalahkan bank-bank lain yang terus melakukan inovasi.
Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukrianto mengatakan, setelah melakukan pembahasan cukup panjangang, akhirnya pembagian jumlah dividen tunai untuk pemegang saham bisa dilakukan dengan baik. Ada sekitar Rp605,8 miliar yang disepakati dalam RUPS dan Rp210,2 miliar untuk cadangan umum.
"1 persen dari laba bersih sekitar Rp8,24 miliar juga disepakati untuk penambahan pesangon bagi karyawan, nanti dikelola lembaga sinoman," katanya.
Selain itu, posisi keuangan per 2013 terdiri dari aset Rp33 miliar tumbuh 13,51 persen dari sebelumnya Rp29,1 miliar. Kredit Rp22 miliar naik 19,01 persen dari periode sebelumnya Rp18,55 miliar.
Dana pihak ketiga (DPK) akhir tahun lalu sebesar Rp25,9 miliar naik 17,01 persen dari periode sebelumnya Rp22,2 miliar. Sementara, laba Rp824,3 miliar naik 13,75 persen dari sebelumnya Rp724,63 miliar.
Posisi modal emiten berkode BJTM sampai akhir tahun lalu Rp3,7 triliun. Dari jumlah modal milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur Rp1,9 triliun (51,46 persen), pemerintah kabupaten se-Jawa Timur Rp859 miliar (23,04 persen), pemerintah kota se-Jawa Timur Rp205,2 miliar (5,5 persen) dan masyarakat Rp745,8 miliar (20 persen).
Jumlah laba bersih tersebut akan di bagi secara cash kepada pemegang saham sebesar Rp605,8 miliar. Sisanya sebesar Rp210,2 miliar dijadikan sebagai dana cadangan. Keuntungan yang dibukukan cukup besar, jika diprosentase mencapai 13,75 persen dengan total aset mencapai Rp33,05 triliun, meningkat sebesar 13,51 persen.
"Keuntungan ini membuktikan pertumbuhan Bank Jatim sangat baik. Bahkan saat ini harga saham mengalami kenaikan," kata Gubernur Jatim, Soekarwo setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun Buku 2013 di Hotel Bumi, Surabaya, Rabu (26/3/2014).
Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo mengatakan, setelah dilakukan RUPS harga saham mengalami kenaikan dari Rp430 menjadi Rp468. Saat ini, Gubernur meminta supaya Bank Jatim bisa lebih baik dari tahun ini. Untuk itu, Bank Jatim akan melakukan investasi Rp150 triliun.
Dana tersebut bisa dipergunakan untuk peningkatan bisnis di Jatim, karena prospek ekonomi di Jatim memiliki prospek yang sangat baik. Meski demikian, Pakde meminta supaya dalam pemberian pinjaman kepada pelaku bisnis, baik industri besar atau kecil dilakukan secara hati-hati.
Pasalnya, dalam memberikan pinjaman tidak bisa seenaknya. "Kan kita pertimbangkan, kalau tidak bisa nyaur (mengembalikan) Bank kan bisa bangkrut. Prinsipnya, Bank itu mencari keuntungan tetapi bermanfaat," ujarnya.
Untuk mendapatkan keuntungan lebih baik, Bank Jatim diharapkan bisa membuat terobosan-terobosan yang lebih inovasi. Pembangunan kantor dan lokasi layanan bank akan diperbanyak supaya bisa melayani seluruh keinginan masyarakat. Jika tidak, maka Bank Jatim bisa dikalahkan bank-bank lain yang terus melakukan inovasi.
Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukrianto mengatakan, setelah melakukan pembahasan cukup panjangang, akhirnya pembagian jumlah dividen tunai untuk pemegang saham bisa dilakukan dengan baik. Ada sekitar Rp605,8 miliar yang disepakati dalam RUPS dan Rp210,2 miliar untuk cadangan umum.
"1 persen dari laba bersih sekitar Rp8,24 miliar juga disepakati untuk penambahan pesangon bagi karyawan, nanti dikelola lembaga sinoman," katanya.
Selain itu, posisi keuangan per 2013 terdiri dari aset Rp33 miliar tumbuh 13,51 persen dari sebelumnya Rp29,1 miliar. Kredit Rp22 miliar naik 19,01 persen dari periode sebelumnya Rp18,55 miliar.
Dana pihak ketiga (DPK) akhir tahun lalu sebesar Rp25,9 miliar naik 17,01 persen dari periode sebelumnya Rp22,2 miliar. Sementara, laba Rp824,3 miliar naik 13,75 persen dari sebelumnya Rp724,63 miliar.
Posisi modal emiten berkode BJTM sampai akhir tahun lalu Rp3,7 triliun. Dari jumlah modal milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur Rp1,9 triliun (51,46 persen), pemerintah kabupaten se-Jawa Timur Rp859 miliar (23,04 persen), pemerintah kota se-Jawa Timur Rp205,2 miliar (5,5 persen) dan masyarakat Rp745,8 miliar (20 persen).
(izz)
Lihat Juga :