Induk ANTV batal listing hari ini
Kamis, 27 Maret 2014 - 12:23 WIB
Induk ANTV batal listing hari ini
A
A
A
Sindonews.com - Anak usaha PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), yakni PT Intermedia Capital (IMC) yang menaungi stasiun televisi ANTV batal melaksanakan pencatatan saham perdana (listing) di papan bursa. Sedianya, VIVA telah dijadwalkan listing pada Kamis (27/3/2014).
Hingga saat ini, perusahaan belum memberikan keterangan resmi perihal batalnya rencana pencatatan saham emiten yang mengincar perolehan dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp1,13 triliun tersebut.
Dimintai tanggapan perihal tersebut, Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada beranggapan bahwa mundurnya jadwal listing tersebut hanya karena faktor administrasi dan perkiraan bakal terserap atau tidaknya saham Intermedia nantinya.
"Biasanya mundur itu karena masalah admin. Misalnya, seperti Cipaganti, dia tahu kalau sahamnya tidak terserap banyak maka dia kurangi saham beredar, tapi tidak mundurin jadwal listing," kata Reza saat dihubungi wartawan, Kamis (27/3/2014).
Dihubungi terpisah, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memperkirakan IPO Intermedia akan dilakukan pada bulan April mendatang. "Ya seharusnya Intermedia listing hari ini, tapi kok tidak ada di running trade, kemungkinan April," imbuh William.
Namun demikian, ketika ditanya kemungkinan alasan Intermedia tak jadi listing hari ini, William tidak bisa menyebutkan apa penyebabnya. "Kalau itu musti tanya ke penjamin emisinya," pungkas dia.
Dalam gelaran ini, persereoan telah menunjuk PT Ciptadana Securities dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sekedar informasi, Intermedia Capital akan melepas sebanyak 588,232 juta lembar saham atau setara 15 persen pada saat IPO. Adapun, harga saham perdana yang ditawarkan dalam kisaran Rp1.380-1.930, sehingga total dana hasil IPO diperkirakan mencapai Rp811,76 miliar-Rp1,13 triliun.
Hingga saat ini, perusahaan belum memberikan keterangan resmi perihal batalnya rencana pencatatan saham emiten yang mengincar perolehan dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp1,13 triliun tersebut.
Dimintai tanggapan perihal tersebut, Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada beranggapan bahwa mundurnya jadwal listing tersebut hanya karena faktor administrasi dan perkiraan bakal terserap atau tidaknya saham Intermedia nantinya.
"Biasanya mundur itu karena masalah admin. Misalnya, seperti Cipaganti, dia tahu kalau sahamnya tidak terserap banyak maka dia kurangi saham beredar, tapi tidak mundurin jadwal listing," kata Reza saat dihubungi wartawan, Kamis (27/3/2014).
Dihubungi terpisah, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memperkirakan IPO Intermedia akan dilakukan pada bulan April mendatang. "Ya seharusnya Intermedia listing hari ini, tapi kok tidak ada di running trade, kemungkinan April," imbuh William.
Namun demikian, ketika ditanya kemungkinan alasan Intermedia tak jadi listing hari ini, William tidak bisa menyebutkan apa penyebabnya. "Kalau itu musti tanya ke penjamin emisinya," pungkas dia.
Dalam gelaran ini, persereoan telah menunjuk PT Ciptadana Securities dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sekedar informasi, Intermedia Capital akan melepas sebanyak 588,232 juta lembar saham atau setara 15 persen pada saat IPO. Adapun, harga saham perdana yang ditawarkan dalam kisaran Rp1.380-1.930, sehingga total dana hasil IPO diperkirakan mencapai Rp811,76 miliar-Rp1,13 triliun.
(rna)