Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.477/USD
Kamis, 27 Maret 2014 - 16:57 WIB
Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.477/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ditutup melanjutkan pelemahan seiring terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.447 per USD. Posisi ini terdepresiasi 35 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.412 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.422 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada di level Rp11.418 per USD dan terlemah di level Rp11.452 USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.448 per USD, dengan kisaran harian Rp11.410-11.488 per USD. Posisi ini melemah 19 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.429 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah perdagangan hari berada pada level Rp11.431 per USD. Posisi mendatar dengan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.432 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.438 per USD. Posisi ini melemah 30 poin dibanding penutupan Rabu (26/3/2014) di level Rp11.408 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, rupiah hari ini dipengaruhi laju IHSG dan meningkatnya permintaan dolar oleh korporasi menjelang akhir bulan.
Selain itu, juga dipengaruhi naiknya risk aversion global terimbas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di Brussel kemarin, yang akan membberikan sanksi lebih keras baik dari AS maupun Uni Eropa kepada Rusia terkait meningkatnya intensitas Rusia di ukraina.
"Hal itu berdampak pada meningkatnya permintaan dolar sebagai save haven currency hari ini," kata dia.
Sementara IHSG sore ini ditutup di zona merah setelah sempat menghijau pada perdagangan siang tadi. IHSG terpeleset 5,18 poin atau 0,11 persen ke level 4.723.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,31 triliun dengan 7,63 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp46,44 miliar. Tercatat 149 saham naik, 149 saham melemah dan 93 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.447 per USD. Posisi ini terdepresiasi 35 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.412 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.422 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada di level Rp11.418 per USD dan terlemah di level Rp11.452 USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.448 per USD, dengan kisaran harian Rp11.410-11.488 per USD. Posisi ini melemah 19 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.429 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah perdagangan hari berada pada level Rp11.431 per USD. Posisi mendatar dengan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.432 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.438 per USD. Posisi ini melemah 30 poin dibanding penutupan Rabu (26/3/2014) di level Rp11.408 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, rupiah hari ini dipengaruhi laju IHSG dan meningkatnya permintaan dolar oleh korporasi menjelang akhir bulan.
Selain itu, juga dipengaruhi naiknya risk aversion global terimbas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di Brussel kemarin, yang akan membberikan sanksi lebih keras baik dari AS maupun Uni Eropa kepada Rusia terkait meningkatnya intensitas Rusia di ukraina.
"Hal itu berdampak pada meningkatnya permintaan dolar sebagai save haven currency hari ini," kata dia.
Sementara IHSG sore ini ditutup di zona merah setelah sempat menghijau pada perdagangan siang tadi. IHSG terpeleset 5,18 poin atau 0,11 persen ke level 4.723.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,31 triliun dengan 7,63 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp46,44 miliar. Tercatat 149 saham naik, 149 saham melemah dan 93 saham stagnan.
(rna)