Sensus ekonomi 2016, perusahaan takut disurvey BPS

Kamis, 27 Maret 2014 - 17:49 WIB
Sensus ekonomi 2016,...
Sensus ekonomi 2016, perusahaan takut disurvey BPS
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus ekonomi pada 2016. Sejumlah persiapan pun terus dimatangkan termasuk mendata perusahaan-perusahaan yang akan disurvey. Sebagai informasi, pada 1986, 1996, dan 2006 BPS juga pernah melakukan sensus yang sama.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, salah satu tantangan terbesar dalam sensus ekonomi 2016 adalah resistensi dan penolakan responden dalam memberikan data saat disensus maupun disurvey BPS.

“Responden cenderung sulit untuk kita mintai data. Masih banyak dijumpai responden perusahaan besar dan warga asing yang menghuni wilayah ekslusif menolak pendataan BPS,” ujar Suryamin dalam konferensi pers terkait rencana sensus ekonomi 2016, Kamis (27/3/2014).

Penolakan responden dilakukan dengan sejumlah alasan seperti kesibukan responden atau kekhawatiran responden yang menganggap pendataan BPS berhubungan dengan pajak.

Suryamin menambahkan, keengganan responden juga terkait erat dengan kurang perdulinya masyarakat terhadap data statistic yang berkualitas. Padahal sesuai dengan UU No 16 tahun 1997 tentang Statistik, warga negara diharuskan memberi jawaban bila disurvey BPS.

BPS juga menjamin bahwa data perusahaan yang masuk akan aman dan tidak bocor ke publik. "Jangan takut dalam menyampaikan data. Data tidak akan disebarluaskan karena dilindungi UU," tandasnya.

Suryamin menjelaskan, kesulitan terbesar ada di DKI Jakarta, padahal Jakarta menguasai 17 persen Produk Domestic Bruto (PDB) nasional.

“Hasil sensus ekonomi 2006, jumlah usaha besar, sedang, kecil bahkan mikro di DKI Jakarta berjumlah 1.135.455 perusahaan di mana 40,5 persen adalah perusahaan perdagangan besar dan eceran,” tambah Suryamin.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Kepala BPS RI Siapkan...
Kepala BPS RI Siapkan Sensus Pertanian dan Canangkan Desa Cantik di Pangkep
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
Tumbuh 53 Persen, Oktober...
Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun
BPS: Impor Indonesia...
BPS: Impor Indonesia Naik 1,64% di Juli 2022
Angka Kemiskinan dan...
Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
43 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
53 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved