AALI bukukan pendapatan dari CPO Rp1,96 T
Jum'at, 28 Maret 2014 - 14:58 WIB
AALI bukukan pendapatan dari CPO Rp1,96 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sepanjang dua bulan tahun ini berhasil membukukan pendapatan dari penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencapai Rp1,96 triliun atau naik 15,29 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,7 triliun.
Berdasarkan laporan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/3/2013) dijelaskan bahwa naiknya penjualan perseroan didukung naiknya harga CPO di tengah menurunnya volume CPO. Tercatat sejak Januari-Februari 2014, volume penjualan CPO AALI mencapai 221.673 ton atau turun 17,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 267.577 ton.
"Menurunnya volume penjualan CPO karena sebagian produksi CPO perseroan diolah menjadi olein dan stearin," kata Investor Relations AALI Rudy Limardjo.
Penjualan CPO hanya dikontribusi dari penjualan lokal sebanyak 221.673 ton atau turun 12,6 persen dibanding periode yang sama 2012 sebanyak 253.578 ton. Perseroan hingga akhir Februari tahun ini tidak melakukan ekspor, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mencatat ekspor sebanyak 13.999 ton.
Kendati volume penjualan CPO pada periode tersebut menyusut, namun harga CPO mengalami kenaikan sebesar 39 persen dari Rp6.351 per kilogram (kg) menjadi Rp8.829 per kg.
Sementara volume penjualan komoditas kebun perseroan lainnya, yakni kernel mengalami penurunan 8,2 persen menjadi 51.324 ton dibanding periode yang sama tahun lalu 55.932 ton. Adapun harga juga melonjak 107,6 persen menjadi Rp5.600 per kg dari Rp2.698 per kg.
Dengan demikian, pendapatan perseroan dari penjualan kernel hingga Februari 2013 sebesar Rp287,41 miliar. Angka itu tumbuh 90,46 persen dibanding periode yang sama 2013 senilai Rp150,9 miliar.
Bersumber dari Oil World, produksi CPO hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai 58,32 juta ton atau meningkat sebesar 3,7 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 56,23 juta ton.
Sementara tingkat konsumsi CPO dunia selama periode itu mengalami kenaikan di atas tingkat produksi. Konsumsi CPO dunia selama tahun ini diperkirakan sebanyak 58,33 juta ton atau meningkat 1,8 persen dari periode yang sama tahun lalu 57,29 juta ton. Angka itu lebih tinggi 1,04 juta ton di atas tingkat produksi.
Berdasarkan laporan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/3/2013) dijelaskan bahwa naiknya penjualan perseroan didukung naiknya harga CPO di tengah menurunnya volume CPO. Tercatat sejak Januari-Februari 2014, volume penjualan CPO AALI mencapai 221.673 ton atau turun 17,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 267.577 ton.
"Menurunnya volume penjualan CPO karena sebagian produksi CPO perseroan diolah menjadi olein dan stearin," kata Investor Relations AALI Rudy Limardjo.
Penjualan CPO hanya dikontribusi dari penjualan lokal sebanyak 221.673 ton atau turun 12,6 persen dibanding periode yang sama 2012 sebanyak 253.578 ton. Perseroan hingga akhir Februari tahun ini tidak melakukan ekspor, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mencatat ekspor sebanyak 13.999 ton.
Kendati volume penjualan CPO pada periode tersebut menyusut, namun harga CPO mengalami kenaikan sebesar 39 persen dari Rp6.351 per kilogram (kg) menjadi Rp8.829 per kg.
Sementara volume penjualan komoditas kebun perseroan lainnya, yakni kernel mengalami penurunan 8,2 persen menjadi 51.324 ton dibanding periode yang sama tahun lalu 55.932 ton. Adapun harga juga melonjak 107,6 persen menjadi Rp5.600 per kg dari Rp2.698 per kg.
Dengan demikian, pendapatan perseroan dari penjualan kernel hingga Februari 2013 sebesar Rp287,41 miliar. Angka itu tumbuh 90,46 persen dibanding periode yang sama 2013 senilai Rp150,9 miliar.
Bersumber dari Oil World, produksi CPO hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai 58,32 juta ton atau meningkat sebesar 3,7 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 56,23 juta ton.
Sementara tingkat konsumsi CPO dunia selama periode itu mengalami kenaikan di atas tingkat produksi. Konsumsi CPO dunia selama tahun ini diperkirakan sebanyak 58,33 juta ton atau meningkat 1,8 persen dari periode yang sama tahun lalu 57,29 juta ton. Angka itu lebih tinggi 1,04 juta ton di atas tingkat produksi.
(rna)
Lihat Juga :