Wamen PU: JSS rampung dalam 10 tahun
Jum'at, 28 Maret 2014 - 15:37 WIB
Wamen PU: JSS rampung dalam 10 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak mengatakan, pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) akan rampung selambat-lambatnya dalam waktu 10 tahun ke depan.
"Jembatan Selat Sunda itu tergantung proses pembangunannya, bisa sampai 10 tahun selesai bangunnya, atau bisa juga cepat," ungkapnya usai menghadiri pembukaan Agrinex Expo 2014 di Jakarta, Jumat (24/3/2014).
Dia menuturkan, untuk saat ini perlu dibuat satu studi khusus serta pembentukan badan pelaksananya terlebih dahulu untuk pembangunan JSS. Setelah itu, baru dilakukan proses feasibility study (FS) atau studi kelayakan serta pembuatan basic desain-nya.
Namun, Hermanto belum dapat memastikan kapan proses pembangunannya akan dimulai. "Masih dalam proses," ucap dia.
Menurutnya terbuka bagi siapa saja yang berminat menjadi kontraktornya, baik dari BUMN maupun swasta. Namun jika semua dibebankan kepada swasta, dia mengatakan pendapatan dari jalan tol tersebut tidak bisa kembali. Karena itu, perlu dikembangkan pula kawasan di sekitarnya.
"Maksudnya gini, kalau semua dibebankan ke swasta itu pendapatan tol tadi enggak bisa mengembalikan, untuk itu kita memberikan ya tadi dilakukan dengan pengembangan kawasan utuk menutupi itu," pungkasnya.
"Jembatan Selat Sunda itu tergantung proses pembangunannya, bisa sampai 10 tahun selesai bangunnya, atau bisa juga cepat," ungkapnya usai menghadiri pembukaan Agrinex Expo 2014 di Jakarta, Jumat (24/3/2014).
Dia menuturkan, untuk saat ini perlu dibuat satu studi khusus serta pembentukan badan pelaksananya terlebih dahulu untuk pembangunan JSS. Setelah itu, baru dilakukan proses feasibility study (FS) atau studi kelayakan serta pembuatan basic desain-nya.
Namun, Hermanto belum dapat memastikan kapan proses pembangunannya akan dimulai. "Masih dalam proses," ucap dia.
Menurutnya terbuka bagi siapa saja yang berminat menjadi kontraktornya, baik dari BUMN maupun swasta. Namun jika semua dibebankan kepada swasta, dia mengatakan pendapatan dari jalan tol tersebut tidak bisa kembali. Karena itu, perlu dikembangkan pula kawasan di sekitarnya.
"Maksudnya gini, kalau semua dibebankan ke swasta itu pendapatan tol tadi enggak bisa mengembalikan, untuk itu kita memberikan ya tadi dilakukan dengan pengembangan kawasan utuk menutupi itu," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :