Indeks harga konsumen Spanyol Maret turun
Jum'at, 28 Maret 2014 - 16:43 WIB
Indeks harga konsumen Spanyol Maret turun
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga konsumen Spanyol pada Maret turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun. Karena kekhawatiran spiral deflasi merusak zona euro.
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/3/2014), kantor Statistik Nasional mengatakan, harga-harga konsumen jatuh pada tingkat tahunan sebesar 0,2 persen setelah naik 0,1 persen bulan sebelumnya.
Itu adalah penurunan tahunan pertama dalam harga konsumen Spanyol sejak Oktober 2009 dan sebagai tanda mengkhawatirkan bagi perekonomian terbesar keempat zona euro, yang muncul dengan hati-hati.
Penurunan harga yang berkelanjutan dapat menyebabkan pembeli dan bisnis menunda pembeliannya sampai harga kembali jatuh lebih jauh. Inflasi bisa dipengaruhi atas melemahnya permintaan di Spanyol, yang berjuang keluar dari krisis ekonomi dua tahun pada semester kedua 2013 dan masih memiliki tingkat pengangguran di atas 26 persen.
Inflasi di Spanyol masih jauh di bawah target Bank Sentral Eropa untuk zona euro sekitar 2,0 persen. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi berjanji pekan ini untuk melakukan segala kemungkinan untuk memastikan mata uang tunggal tidak tergelincir ke dalam deflasi.
"Jika terjadi kerugian, apapun risiko pada skenario akan muncul. Kami siap untuk mengambil langkah-langkah kebijakan moneter tambahan yang memastikan mandat kami terpenuhi," katanya pada konferensi di Paris.
"Dengan kata lain, kita akan melakukan apa yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga," imbuhnya.
Inflasi di 18 negara berjalan pada 0,8 persen. Untuk mengatasi risiko deflasi, ECB telah menurunkan dan mempertahankan suku bunga utamanya pada semua waktu rendah dari 0,25 persen. Menurut proyeksi terbaru, ECB memproyeksikan inflasi menjadi 1,0 persen pada 2014, 1,3 persen pada 2015 dan 1,5 persen pada 2016.
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/3/2014), kantor Statistik Nasional mengatakan, harga-harga konsumen jatuh pada tingkat tahunan sebesar 0,2 persen setelah naik 0,1 persen bulan sebelumnya.
Itu adalah penurunan tahunan pertama dalam harga konsumen Spanyol sejak Oktober 2009 dan sebagai tanda mengkhawatirkan bagi perekonomian terbesar keempat zona euro, yang muncul dengan hati-hati.
Penurunan harga yang berkelanjutan dapat menyebabkan pembeli dan bisnis menunda pembeliannya sampai harga kembali jatuh lebih jauh. Inflasi bisa dipengaruhi atas melemahnya permintaan di Spanyol, yang berjuang keluar dari krisis ekonomi dua tahun pada semester kedua 2013 dan masih memiliki tingkat pengangguran di atas 26 persen.
Inflasi di Spanyol masih jauh di bawah target Bank Sentral Eropa untuk zona euro sekitar 2,0 persen. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi berjanji pekan ini untuk melakukan segala kemungkinan untuk memastikan mata uang tunggal tidak tergelincir ke dalam deflasi.
"Jika terjadi kerugian, apapun risiko pada skenario akan muncul. Kami siap untuk mengambil langkah-langkah kebijakan moneter tambahan yang memastikan mandat kami terpenuhi," katanya pada konferensi di Paris.
"Dengan kata lain, kita akan melakukan apa yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga," imbuhnya.
Inflasi di 18 negara berjalan pada 0,8 persen. Untuk mengatasi risiko deflasi, ECB telah menurunkan dan mempertahankan suku bunga utamanya pada semua waktu rendah dari 0,25 persen. Menurut proyeksi terbaru, ECB memproyeksikan inflasi menjadi 1,0 persen pada 2014, 1,3 persen pada 2015 dan 1,5 persen pada 2016.
(izz)
Lihat Juga :