Harga minyak di perdagangan Asia turun
Senin, 31 Maret 2014 - 10:56 WIB
Harga minyak di perdagangan Asia turun
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini turun, karena para pedagang membukukan keuntungan setelah terjadi kenaikan cukup kuat pekan lalu, di mana data positif ekonomi AS dan ketegangan di Ukraina.
Seperti dikutip dari AFP, Senin (31/3/2014), New York West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 24 sen menjadi USD101,43 per barel pada akhir perdagangan pagi dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei merosot 22 sen menjadi USD107,85.
"Kami melihat beberapa pelonggaran karena terjadi beberapa aksi ambil untung," kata Tan Chee Tat, analis investasi pada Phillip Futures di Singapura kepada AFP.
Harga WTI mendapat dorongan pada pekan lalu dari data yang menunjukkan bahwa belanja konsumen AS yang menguat. Pesanan untuk barang tahan lama AS sebagai indikator kunci ekonomi yang naik 2,2 persen pada Februari dari bulan sebelumnya. Ini mengalahkan ekspektasi penurunan 1,0 persen.
Selain itu, investor juga melacak peristiwa di Eropa sebagai diplomat dari Amerika Serikat dan Rusia yang mengadakan pembicaraan untuk mencari solusi untuk krisis di Ukraina.
Pasukan Rusia yang berkumpul di perbatasan timur Ukraina, memicu kekhawatiran tentang rencana Moskow setelah mengambil alih semenanjung Krimea pada bulan ini.
Tawaran terbaru untuk menyelesaikan kebuntuan terburuk Timur-Barat di era pasca-Perang Dingin datang setelah pemimpin Rusia Vladimir Putin tiba-tiba menyebut Presiden AS Barack Obama pada Jumat.
Analis mengatakan, Rusia menyediakan sekitar seperempat dari pasokan gas alam di Eropa, dengan sekitar 80 persen dari mereka ekspor yang melalui jaringan pipa di Ukraina. Pedagang pun takut bahwa eskalasi krisis akan mengganggu persediaan tersebut.
Seperti dikutip dari AFP, Senin (31/3/2014), New York West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 24 sen menjadi USD101,43 per barel pada akhir perdagangan pagi dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei merosot 22 sen menjadi USD107,85.
"Kami melihat beberapa pelonggaran karena terjadi beberapa aksi ambil untung," kata Tan Chee Tat, analis investasi pada Phillip Futures di Singapura kepada AFP.
Harga WTI mendapat dorongan pada pekan lalu dari data yang menunjukkan bahwa belanja konsumen AS yang menguat. Pesanan untuk barang tahan lama AS sebagai indikator kunci ekonomi yang naik 2,2 persen pada Februari dari bulan sebelumnya. Ini mengalahkan ekspektasi penurunan 1,0 persen.
Selain itu, investor juga melacak peristiwa di Eropa sebagai diplomat dari Amerika Serikat dan Rusia yang mengadakan pembicaraan untuk mencari solusi untuk krisis di Ukraina.
Pasukan Rusia yang berkumpul di perbatasan timur Ukraina, memicu kekhawatiran tentang rencana Moskow setelah mengambil alih semenanjung Krimea pada bulan ini.
Tawaran terbaru untuk menyelesaikan kebuntuan terburuk Timur-Barat di era pasca-Perang Dingin datang setelah pemimpin Rusia Vladimir Putin tiba-tiba menyebut Presiden AS Barack Obama pada Jumat.
Analis mengatakan, Rusia menyediakan sekitar seperempat dari pasokan gas alam di Eropa, dengan sekitar 80 persen dari mereka ekspor yang melalui jaringan pipa di Ukraina. Pedagang pun takut bahwa eskalasi krisis akan mengganggu persediaan tersebut.
(izz)
Lihat Juga :