Kinerja IHSG tertinggi dan terendah Maret 2014
Senin, 31 Maret 2014 - 13:35 WIB
Kinerja IHSG tertinggi dan terendah Maret 2014
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama Maret ini sempat mencapai level tertinggi di 4.878,64 dan terendah pada 4.584,21.
Pada 14 Maret 2014, IHSG dibuka terkoreksi 42,87 poin atau 0,91 persen dari hari sebelumnya ke level 4.683,30. Pada akhir sesi I, IHSG berhenti di level 4.690,53. Namun, pada akhir perdagangan hari Jumat tersebut, IHSG berhasil melesat 152,48 poin atau 3,23 persen ke level 4.878,64.
Melesatnya IHSG hari itu, analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, lantaran pola penguatan IHSG yang sudah terbentuk sejak pagi didukung banyaknya dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia dan membaiknya kondisi makroekonomi Indonesia serta berita mengenai pencalonan presiden (capres) salah satu partai politik (parpol).
Penguatan IHSG hari itu di tengah terkoreksinya bursa Asia. Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp15,60 triliun dengan 8,03 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp7,45 triliun. Tercatat 189 saham naik, 130 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Sementara posisi IHSG terendah pada bulan ketiga tahun ini terjadi pada awal Maret atau tepatnya, 3 Maret 2014. IHSG pada pembukaan perdagangan melemah 42,16 poin atau 0,91 persen ke level 4.578,06 dan pada akhir sesi I perdagangan ditutup makin terpuruk ke level 4.573,48,48.
Pada akhir perdagangan hari Senin tersebut, IHSG ditutup anjlok 36,01 poin atau 0,78 persen ke level 4.584,21. Pelemahan itu terimbas defisitnya neraca perdagangan Indonesia Januari sebesar USD430,6 juta.
Pelemahan IHSG seiring memerahnya bursa Asia dan juga tertekan aksi jual invostor asing. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,94 triliun dengan 3,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp310,79 miliar. Tercatat 95 saham naik, 208 saham melemah dan 88 saham stagnan.
Adapun posisi IHSG pada akhir perdagangan bulan ini ditutup pada level 4.768,28, terkerek 45,22 poin atau 0,96 persen dibanding hari sebelumnya. Menguatnya IHSG tersebut didukung aksi beli asing, yang mencapai lebih dari Rp1 triliun dan seiring menghijaunya mayoritas bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia pada Jumat pekan lalu tercatat sebesar Rp5,94 triliun dengan 5,07 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,13 triliun. Tercatat 199 saham naik, 134 saham melemah dan 71 saham stagnan.
Pada 14 Maret 2014, IHSG dibuka terkoreksi 42,87 poin atau 0,91 persen dari hari sebelumnya ke level 4.683,30. Pada akhir sesi I, IHSG berhenti di level 4.690,53. Namun, pada akhir perdagangan hari Jumat tersebut, IHSG berhasil melesat 152,48 poin atau 3,23 persen ke level 4.878,64.
Melesatnya IHSG hari itu, analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, lantaran pola penguatan IHSG yang sudah terbentuk sejak pagi didukung banyaknya dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia dan membaiknya kondisi makroekonomi Indonesia serta berita mengenai pencalonan presiden (capres) salah satu partai politik (parpol).
Penguatan IHSG hari itu di tengah terkoreksinya bursa Asia. Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp15,60 triliun dengan 8,03 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp7,45 triliun. Tercatat 189 saham naik, 130 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Sementara posisi IHSG terendah pada bulan ketiga tahun ini terjadi pada awal Maret atau tepatnya, 3 Maret 2014. IHSG pada pembukaan perdagangan melemah 42,16 poin atau 0,91 persen ke level 4.578,06 dan pada akhir sesi I perdagangan ditutup makin terpuruk ke level 4.573,48,48.
Pada akhir perdagangan hari Senin tersebut, IHSG ditutup anjlok 36,01 poin atau 0,78 persen ke level 4.584,21. Pelemahan itu terimbas defisitnya neraca perdagangan Indonesia Januari sebesar USD430,6 juta.
Pelemahan IHSG seiring memerahnya bursa Asia dan juga tertekan aksi jual invostor asing. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,94 triliun dengan 3,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp310,79 miliar. Tercatat 95 saham naik, 208 saham melemah dan 88 saham stagnan.
Adapun posisi IHSG pada akhir perdagangan bulan ini ditutup pada level 4.768,28, terkerek 45,22 poin atau 0,96 persen dibanding hari sebelumnya. Menguatnya IHSG tersebut didukung aksi beli asing, yang mencapai lebih dari Rp1 triliun dan seiring menghijaunya mayoritas bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia pada Jumat pekan lalu tercatat sebesar Rp5,94 triliun dengan 5,07 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,13 triliun. Tercatat 199 saham naik, 134 saham melemah dan 71 saham stagnan.
(rna)
Lihat Juga :