Pemerintah baru diminta hilangkan distorsi ekonomi

Senin, 31 Maret 2014 - 15:36 WIB
Pemerintah baru diminta...
Pemerintah baru diminta hilangkan distorsi ekonomi
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta pemerintahan yang baru dapat menghilangkan distorsi ekonomi antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.

"Siapapun nanti anggota legislatif atau presiden yang akan terpilih, kami hanya berharap pemerintah yang baru akan ada keberpihakan kepada sektor transportasi dan logistik. Kami juga berharap, pemerintah menghilangkan distorsi ekonomi yang selama ini terjadi di barat dan timur Indonesia," ungkap Ketua Komisi Tetap Kadin Logistik bidang Komoditas dan Infrastruktur, Asmari Herry di Jakarta, Senin (31/3/2014).

Menurutnya, pemerintah yang baru sebaiknya tidak membuat kebijakan baru lagi terkait industri logistik dan transportasi. Karena, kemunculan kebijakan baru justru akan menimbulkan masalah lain dalam industri tersebut.

Pemerintahan baru diminta hanya menjalankan sejumlah kebijakan yang telah ada. Misalnya, Sistem Logistik Nasional (Sislognas), Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), UU Pelayaran, ataupun UU transportasi.

"Kita tidak harapkan kebijakan baru, tapi kebijakan lama dijalankan dengan baik serta terus melakukan perbaikan. Kita harap di Indonesia timur juga bisa merasakan harga murah. Tidak ada distorsi. Saudara kita yang ada di timur harus merasakan harga barang yang sama dengan yang ada di barat. Kalau di sini semen harganya Rp50 ribu, maka di sana juga harus Rp50 ribu," tuturnya.

Dia menjelaskan, distorsi ekonomi yang terjadi antara barat dan timur Indonesia dapat dihilangkan jika pemerintah serius menjalankan sejumlah kebijakan yang sudah ada. Selama ini, pemerintah dinilai kurang serius dan konsisten menjalankannya. Karena itu ketidakmerataan tersebut masih terjadi.

"Kita harapkan pileg, misalnya melalui anggota dewan baru keberpihakan akan ada terhadap industri transportasi, logistik. Kita harap pemerintah jalankan yang sudah ada, memberikan pelaku usaha sesuatu yang dibutuhkan. Ekonomi akan maju kalau angkutan barang juga lancar," pungkas Asmary.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
12 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
27 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved