Acset raih kontrak baru Rp195,5 M
Senin, 31 Maret 2014 - 16:41 WIB
Acset raih kontrak baru Rp195,5 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) hingga Maret 2014 telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp195,5 miliar atau sekitar 13 persen dari target kontrak baru 2014 senilai Rp1,5 triliun.
“Target kontrak baru tahun ini naik sebesar 15 persen terhadap target kontrak baru 2013 sebesar Rp1,3 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan ACST Any Setyowati ketika dihubungi, Senin (31/3/2014).
Pencapaian kontrak baru itu tetap bertumpu pada proyek-proyek swasta, seperti pembangunan gedung bertingkat dan apartemen. Dia menjelaskan, target tersebut akan ditopang oleh pekerjaan jasa pondasi dan jasa konstruksi yang merupakan bisnis utama perseroan.
Perseroan pada tahun lalu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp100 miliar atau tumbuh 90 persen dibanding laba bersih 2012 sebesar Rp53 miliar. Naiknya laba bersih seiring dengan melonjaknya pendapatan menjadi Rp1,01 triliun dari Rp669,9 miliar.
Any mengungkap, pendapatan perseroan pada tahun 2013 tersebut disokong oleh dua segmen bisnis ACST, yakni jasa usaha konstruksi dan jasa usaha pondasi. Menurut dia, jasa usaha konstruksi menyumbang sebesar 63 persen dan jasa usaha pondasi sebesar 37 persen dari total pendapatan ACST.
Sementara Direktur Keuangan Acset Indonusa Agustinus Hambadi menuturkan, perseroan telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp60 miliar.
Dana yang diperoleh dari berbagai sumber pendanaan tersebut digunakan untuk pembelian beberapa alat berat dan kegiatan operasional lainnya guna mendukung target perusahaan.
“Sebagian besar untuk pembelian Alat-alat kerja sebagai penunjang dari bisnis perusahaan,” ujar dia.
“Target kontrak baru tahun ini naik sebesar 15 persen terhadap target kontrak baru 2013 sebesar Rp1,3 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan ACST Any Setyowati ketika dihubungi, Senin (31/3/2014).
Pencapaian kontrak baru itu tetap bertumpu pada proyek-proyek swasta, seperti pembangunan gedung bertingkat dan apartemen. Dia menjelaskan, target tersebut akan ditopang oleh pekerjaan jasa pondasi dan jasa konstruksi yang merupakan bisnis utama perseroan.
Perseroan pada tahun lalu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp100 miliar atau tumbuh 90 persen dibanding laba bersih 2012 sebesar Rp53 miliar. Naiknya laba bersih seiring dengan melonjaknya pendapatan menjadi Rp1,01 triliun dari Rp669,9 miliar.
Any mengungkap, pendapatan perseroan pada tahun 2013 tersebut disokong oleh dua segmen bisnis ACST, yakni jasa usaha konstruksi dan jasa usaha pondasi. Menurut dia, jasa usaha konstruksi menyumbang sebesar 63 persen dan jasa usaha pondasi sebesar 37 persen dari total pendapatan ACST.
Sementara Direktur Keuangan Acset Indonusa Agustinus Hambadi menuturkan, perseroan telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp60 miliar.
Dana yang diperoleh dari berbagai sumber pendanaan tersebut digunakan untuk pembelian beberapa alat berat dan kegiatan operasional lainnya guna mendukung target perusahaan.
“Sebagian besar untuk pembelian Alat-alat kerja sebagai penunjang dari bisnis perusahaan,” ujar dia.
(rna)