Kadin tolak pembangunan JSS

Senin, 31 Maret 2014 - 17:28 WIB
Kadin tolak pembangunan...
Kadin tolak pembangunan JSS
A A A
Sindonews.com - Pemerintah terus membahas rencana pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) yang akan menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Namun, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai, pembangunan JSS tersebut justru akan menimbulkan efek disparitas antara Indonesia barat dan Indonesia timur.

"Kita maunya enggak dibangun, karena nanti justru akan terjadi disparitas antara barat dan timur. Dananya juga terlalu besar," kata Ketua Komisi Tetap Kadin Logistik Bidang Komoditas dan Infrastruktur, Asmari Herry di Jakarta, Senin (31/3/2014).

Menurutnya, pembangunan JSS yang diperkirakan akan menggelontorkan dana sebesar Rp200 triliun, lebih baik dialokasikan untuk membangun pelabuhan, dermaga, ataupun sarana lain yang lebih layak.

Selain itu, dana yang besar tersebut juga dapat dialokasikan untuk program Masterplan Percepatan Pembangunan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang selama ini dinilai kurang berjalan.

"Itu kan dananya Rp200 triliun. Kalau separuhnya saja dibebankan untuk perbaikan pelabuhan, terus bikin angkutan misalnya, bukan hanya tersambung antara Jakarta-Merak Bakahuni yang lebih bagus tetapi juga di pelabuhan," ucapnya.

Dia mengatakan, yang diharapkan dari JSS untuk mengurangi beban jalur Pantura tidak akan terasa signifikan. Sementara, perbaikan pelabuhan membutuhkan dana jauh lebih murah dibandingkan membangun jembatan.

"Sekarang berapa tuh misalnya pelabuhan di Merak, tiga atau empat. Kurang, ya bikin sepuluh. Itu kan lebih murah dibanding bikin jembatan," tandasnya.

Sementara, Ketua Umum Kadin Suryo B Sulistyo dalam kesempatan lain menuturkan, pemerintah ada baiknya menetapkan terlebih dahulu mana yang menjadi prioritas dan harus didahulukan. Karena kebutuhan perbaikan infrastruktur di Indonesia banyak.

Suryo mengatakan, masih banyak infrastruktur yang lebih membutuhkan perhatian dan kebutuhan dana dari pemerintah dibandingkan JSS.

"Yang didahulukan menurut saya pelabuhan, mungkin juga jalan kereta api. Ini semua perlu kita tetapkan yang mana yang prioritas. Kalau Selat Sunda menurut saya belum prioritas banget, banyak yang lain membutuhkan perhatian dan kebutuhan pendanaan dari pemerintah. Yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dibanding JSS," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BREAKING NEWS: Gempa...
BREAKING NEWS: Gempa Bumi Guncang Selat Sunda
Kemenhub Siap Implementasikan...
Kemenhub Siap Implementasikan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
Choke Point’ di Dunia,...
'Choke Point’ di Dunia, Tiga Ada di Indonesia
Kemenhub Sosialisasi...
Kemenhub Sosialisasi TSS Selat Sunda dan Selat Lombok Melalui SMS Broadcast
Kedubes AS Gelar Peringatan...
Kedubes AS Gelar Peringatan Pertempuran Selat Sunda
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
19 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
52 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved