Kenaikan harga rumah baru di China melambat
Selasa, 01 April 2014 - 13:55 WIB
Kenaikan harga rumah baru di China melambat
A
A
A
Sindonews.com - Survei independen menunjukkan bahwa kenaikan harga rumah baru di China melambat pada Maret untuk bulan ketiga berturut-turut. Di mana pemerintah mengekang biaya perumahan tinggi.
Seperti dikutip dari AFP, Selasa (1/4/2014), China Index Academy (CIA) melaporkan, harga rumah baru rata-rata di 100 kota besar naik 10,04 persen year on year pada Maret menjadi 11.002 yuan (USD1,775) per meter persegi.
Peningkatan dibandingkan dengan kenaikan dari 10,79 persen pada Februari.
Jumlah kota di mana harga rumah baru meningkat lebih dari satu persen penurunan.
Pemerintah telah berusaha selama lebih dari tiga tahun untuk mencegah kenaikan harga properti. Sementara, pemerintah juga menjanjikan untuk meningkatkan pasokan perumahan yang terjangkau dengan kenaikan harga memicu ketidakpuasan di kalangan warga biasa.
Namun, pada saat yang sama, otoritas lokal di China membuat pendapatan mereka dari penjualan tanah kepada pengembang. Langkah-langkah pengendalian pasar telah memasukkan pembatasan pembelian rumah kedua dan ketiga, DP yang lebih tinggi dan pajak di beberapa kota.
Harga rumah baru pada Maret naik 0,38 persen dari bulan sebelumnya, data menunjukkan adanya perlambatan dari kenaikan Februari sebesar 0,54 persen.
Beijing telah memimpin kenaikan harga rumah baru di antara 10 kota terbesar China pada Maret, dengan biaya rata-rata meningkat 27,13 persen secara yoy menjadi 33.069 yuan per meter persegi.
Harga di kota selatan Guangzhou meningkat 20,48 persen secara yoy dan mereka yang berada dekat Shenzhen naik 19,02 persen. Di Shanghai, ibukota komersial China, biaya rata-rata rumah baru sebesar 32.339 yuan per meter persegi, naik 14,89 persen dari bulan yang sama tahun lalu.
Seperti dikutip dari AFP, Selasa (1/4/2014), China Index Academy (CIA) melaporkan, harga rumah baru rata-rata di 100 kota besar naik 10,04 persen year on year pada Maret menjadi 11.002 yuan (USD1,775) per meter persegi.
Peningkatan dibandingkan dengan kenaikan dari 10,79 persen pada Februari.
Jumlah kota di mana harga rumah baru meningkat lebih dari satu persen penurunan.
Pemerintah telah berusaha selama lebih dari tiga tahun untuk mencegah kenaikan harga properti. Sementara, pemerintah juga menjanjikan untuk meningkatkan pasokan perumahan yang terjangkau dengan kenaikan harga memicu ketidakpuasan di kalangan warga biasa.
Namun, pada saat yang sama, otoritas lokal di China membuat pendapatan mereka dari penjualan tanah kepada pengembang. Langkah-langkah pengendalian pasar telah memasukkan pembatasan pembelian rumah kedua dan ketiga, DP yang lebih tinggi dan pajak di beberapa kota.
Harga rumah baru pada Maret naik 0,38 persen dari bulan sebelumnya, data menunjukkan adanya perlambatan dari kenaikan Februari sebesar 0,54 persen.
Beijing telah memimpin kenaikan harga rumah baru di antara 10 kota terbesar China pada Maret, dengan biaya rata-rata meningkat 27,13 persen secara yoy menjadi 33.069 yuan per meter persegi.
Harga di kota selatan Guangzhou meningkat 20,48 persen secara yoy dan mereka yang berada dekat Shenzhen naik 19,02 persen. Di Shanghai, ibukota komersial China, biaya rata-rata rumah baru sebesar 32.339 yuan per meter persegi, naik 14,89 persen dari bulan yang sama tahun lalu.
(izz)
Lihat Juga :