Pemerintah pede bisa penuhi target inflasi
Selasa, 01 April 2014 - 20:12 WIB
Pemerintah pede bisa penuhi target inflasi
A
A
A
Sindonews.com - Inflasi Maret 2014 hanya menyentuh 0,08 persen. Dengan laju inflasi sebesar itu, maka inflasi tahun kalender 2014 (Januari-Maret 2014) baru menembus 1,41 persen dan inflasi year on year (Maret 2014 terhadap Maret 2013) sebesar 7,32 persen.
Melihat perkembangan laju inflasi hingga Maret, Menteri Keuangan M Chatib Basri optimis pemerintah bisa memenuhi target inflasi yang ditetapkan dalam APBN 2014 yakni 5,5 persen. Bahkan, menurutnya tidak menutup kemungkinan jika laju inflasi tahun ini lebih rendah dibandingkan targetnya.
"Dari sini (inflasi hingga Maret) kayaknya target (inflasi) pemerintah bisa in line (dalam jangkauan), bahkan mungkin relatif lebih rendah," ujar Chatib di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (1/4/2014).
Meski demikian, dia mengingatkan target tersebut bisa saja tidak tercapai jika ada kebijakan administered price (harga diatur pemerintah) yang berdampak besar.
Sebagai informasi, kebijakan administered price yang biasanya berdampak sangat besar terhadap laju inflasi adalah kenaikan harga BBM bersubsidi serta tarif tenaga listrik (TTL). "Kecuali kalau ada tindakan-tindakan di administred price, itu inflasi bisa (naik)," imbuhnya.
Pengaruh administered price yang sangat besar terjadi tahun lalu, di mana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Kenaikan harga BBM mendorong inflasi 2013 hingga menembus 8,38 persen. Jauh di atas target dalam APBN-P 2013 yang hanya 7,2 persen.
Inflasi per Maret (kuartal I/2014) yang menembus 1,41 persen terbilang rendah dibandingkan kuartal I/2013 yang sudah menembus 2,43 persen. Namun, sangat besar bila dibandingkan kuartal I/2012 (0,88 persen).
Inflasi Maret yang mencapai 0,08 persen tersebut terbilang besar untuk ukuran Maret. Pasalnya, rata-rata inflasi Maret 2010-2013 hanya sebesar 0,06 persen. Pada Maret 2010 dan 2011 bahkan terjadi deflasi, masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,14 persen.
Melihat perkembangan laju inflasi hingga Maret, Menteri Keuangan M Chatib Basri optimis pemerintah bisa memenuhi target inflasi yang ditetapkan dalam APBN 2014 yakni 5,5 persen. Bahkan, menurutnya tidak menutup kemungkinan jika laju inflasi tahun ini lebih rendah dibandingkan targetnya.
"Dari sini (inflasi hingga Maret) kayaknya target (inflasi) pemerintah bisa in line (dalam jangkauan), bahkan mungkin relatif lebih rendah," ujar Chatib di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (1/4/2014).
Meski demikian, dia mengingatkan target tersebut bisa saja tidak tercapai jika ada kebijakan administered price (harga diatur pemerintah) yang berdampak besar.
Sebagai informasi, kebijakan administered price yang biasanya berdampak sangat besar terhadap laju inflasi adalah kenaikan harga BBM bersubsidi serta tarif tenaga listrik (TTL). "Kecuali kalau ada tindakan-tindakan di administred price, itu inflasi bisa (naik)," imbuhnya.
Pengaruh administered price yang sangat besar terjadi tahun lalu, di mana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Kenaikan harga BBM mendorong inflasi 2013 hingga menembus 8,38 persen. Jauh di atas target dalam APBN-P 2013 yang hanya 7,2 persen.
Inflasi per Maret (kuartal I/2014) yang menembus 1,41 persen terbilang rendah dibandingkan kuartal I/2013 yang sudah menembus 2,43 persen. Namun, sangat besar bila dibandingkan kuartal I/2012 (0,88 persen).
Inflasi Maret yang mencapai 0,08 persen tersebut terbilang besar untuk ukuran Maret. Pasalnya, rata-rata inflasi Maret 2010-2013 hanya sebesar 0,06 persen. Pada Maret 2010 dan 2011 bahkan terjadi deflasi, masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,14 persen.
(izz)
Lihat Juga :