Mendag: Kita harus siap jika Jepang mengadu ke WTO

Rabu, 02 April 2014 - 16:54 WIB
Mendag: Kita harus siap...
Mendag: Kita harus siap jika Jepang mengadu ke WTO
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mengaku siap menghadapi langkah pemerintah Jepang yang akan memperkarakan Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait larangan ekspor produk tambang mentah.

"Kita sudah respon dan menunjuk ambassador Agus Mardi untuk memimpin diplomasi dengan Jepang agar mencari jalan keluar. Kalau hal terburuk terjadi ke WTO, kita harus siap dan patuh dengan yang ada," jelas Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Muhammad Lutfi di kantornya, Rabu (2/4/2014).

Dia mengatakan, telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri negeri Sakura itu. Mereka mengatakan untuk saat ini Jepang belum akan membawa masalah ini ke WTO terkait kebijakan dalam UU Minerba. Namun, Lutfi menegaskan bahwa kemungkinan ini masih bisa terjadi.

Pada dasarnya, permasalahan utama Jepang karena mereka merupakan salah satu produsen baja stainless terbesar di dunia, dengan sebanyak 50 persen Nikelnya bersumber dari Indonesia. Perusahaan asal Jepang terpaksa harus menghadapi kenyataan biaya produksi yang lebih besar dan berjuang untuk mencari pasokan baru untuk Nikel.

"Kita mengerti itu berapa investasinya, di mana mereka juga sudah berhubungan lama dengan PT Aneka Tambang (Antam). Dan kita melihat tidak ada jalan keluar," imbuhnya.

Menurutnya, konsultasi berdasarkan agreement yang ada di WTO adalah hak setiap negara anggota WTO. "Ini hal yang harus kita dukung, karena ini hak dan kewajiban kita. Kita akan berdiplomasi dengan mencari titik temu," tuturnya.

Seperti diketahui, sejak diberlakukan secara resmi UU Minerba, pemerintah RI mewajibkan setiap perusahaan mineral dan tambang untuk mengolah serta memurnikan bahan mentah tambang terlebih dulu dengan menggunakan smelter, baru kemudian diekspor.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Sederet Harta Karun...
Sederet Harta Karun Mineral RI Jadi Rebutan Asing, Nomor 1 Simpan Deposit 1,5 Miliar Ton
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
49 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved