Petani Boyolali kelimpungan akibat pupuk langka

Jum'at, 04 April 2014 - 16:08 WIB
Petani Boyolali kelimpungan...
Petani Boyolali kelimpungan akibat pupuk langka
A A A
Sindonews.com - Sejumlah petani di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengaku kesulitasn pupuk pada masa tanam kedua bulan April. Pupuk seakan menghilang dari pasaran yang membuat para petani ketar-ketir.

Salah seorang pengurus Kelompok Tani di Desa Dologan, Kecamatan Karanggede, Sukarno menyebutkan, kesulitan pupuk itu terjadi sejak beberapa hari terakhir ini. Sehingga pihaknya harus menggunakan pupuk yang ada dengan sangat hemat.

Kondisi langkanya pupuk itu sangat disesalkan oleh para petani, hal itu disebabkan karena saat ini tanaman padi sedang membutuhkan pupuk urea yang cukup.

Ia menyebutkan, jika pada masa tanam kali ini pupuk terus sulit, maka padi yang sudah ditanam oleh para petani bisa mati dan kurang subur.

“Sejak beberapa hari ini mulai sulit, namun kita masih punya beberapa pupuk cadangan yang akan kita gunakan sebagai jaga-jaga kalau stok pupuk belum juga bertambah,” ucapnya, Jumat (4/4/2014).

Petani lainnya, Rusno menyebutkan hal yang sama, ia berharap stok pupuk segera meningkat di pasaran dalam beberapa hari mendatang. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen pada masa tanam kali ini.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, Kabupaten Boyolali, Bambang Purwadi membenarkan jika saat ini kuota pupuk di Boyolali menipis. Menurutnya hal itu disebabkan oleh penggunaan pupuk yang berlebihan dilakukan oleh para petani.

Menurutnya, jika petani menggunakan pupuk sesuai aturan, maka pupuk akan tetap ada di pasaran hingga bulan April ini. Meskipun demikian, pihaknya tetap berusaha mengatasi kelanggkaan pupuk kali ini. Pihaknya bakal menyiasati kuota pupuk bulan Mei diajukan untuk bulan April ini. Sehingga dengan seperti itu pupuk akan kembali mudah dicari oleh petani.

“Kita cairkan untuk bulan Mei, begitu juga seterusnya untuk bulan-bulan berikutnya kita terus cairkan agar tetap tersedia di pasaran,” ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved