BPJS Ketenagakerjaan incar hasil investasi Rp39 T di 2018

Minggu, 06 April 2014 - 13:18 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan incar hasil investasi Rp39 T di 2018
A A A
Sindonews.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan mampu memperoleh dana hasil investasi hingga Rp39 triliun pada 2018.

Target capaian tersebut ditetapkan seiring meningkatnya jumlah kepesertaan lembaga yang semula bernama PT Jamsostek (Persero) ini.

"Dengan transformasi menjadi BPJS, kepesertaan kita bakal bertambah jauh lebih besar. Sehingga dana hasil investasi untuk memenuhi manfaat peserta kita juga harus lebih besar," ujar Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Freddy Haryadi, belum lama ini.

Untuk mencapai target hasil investasi tersebut, maka BPJS Ketenagakerjaan bakal menjaga pertumbuhan investasinya sekitar 30 persen selama empat tahun ke depan.

"Nah, bagaimana mencapai peningkatan 30 persen itu? Strategi kami adalah mengelola aset alokasi taktis," paparnya. dia.

Menurutnya, pada tahun-tahun pertamanya lembaga penyedia layanan ketenagakerjaan ini beroperasi sebagai BPJS Ketenagakerjaan, badan publik nirlaba berencana menyeimbangkan kembali portofolio investasinya.

Menurutnya, manajemen akan menggali formula yang tepat untuk pengembangan dana kelolaan agar optimal, sebelum memutuskan kebijakan berinvestasi. Pihaknya juga akan melakukan kajian berkala terhadap motor penggerak pengelolaan dana.

"Jadi, nanti setiap tiga bulan sekali, kami kaji kebijakan investasinya. Apakah tepat atau harus menggeser portofolio dari satu keranjang ke keranjang investasi lainnya. Begitu terus," katanya.

Dia mengklaim, strategi investasi ini hasil evaluasi dari startegi investasi sebelumnya, saat masih menyandang nama Jamsostek. Diharapkan, lewat kebijakan baru tersebut, total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 500 triliun hingga akhir 2018.

Pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2014, BPJS Ketenagakerjaan mematok dana kelolaan sebesar Rp185 triliun. Dana kelolaan itu terdiri dari dana program Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp161 triliun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp11 triliun, Jaminan Kematian (JKM) Rp4 triliun, serta dana BPJS Ketenagakerjaan yang diprediksi menyentuh Rp8 triliun hingga penghujung tahun nanti.

Sebagai catatan, sampai akhir tahun lalu, hasil investasi badan publik yang sebelumnya dikenal sebagai PT Jamsostek (Persero) tersebut baru sebesar Rp15,8 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
11 menit yang lalu
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
37 menit yang lalu
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
1 jam yang lalu
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
1 jam yang lalu
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
1 jam yang lalu
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
1 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved