IHSG awal pekan dibayangi profit taking
Senin, 07 April 2014 - 08:34 WIB
IHSG awal pekan dibayangi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada rentang support 4.828-4.846 dan resisten 4.868-4.900.
Pola yang terbentuk adalah evening star di bawah upper bollinger band (UBB). MACD cenderung flat setelah membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, stochastic dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya.
Dengan terbentuknya pola tersebut, meski laju IHSG sempat melewati kisaran support 4.870-4.880, namun berakhir di bawah kisaran target tersebut sehingga rawan kelanjutan pelemahan jika sentimen yang ada, terutama dari imbas laju bursa saham global tidak cukup kuat mendukung pembalikan arah bagi IHSG.
"Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, di mana posisi IHSG yang cenderung mendekati kisaran support 4.848-4.860 akan rawan pembalikan arah melemah jika sentimen yang ada tidak cukup kuat mendukung kenaikan lanjutan IHSG dan laju IHSG di akhir pekan membuktikan hal tersebut," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (7/4/2014).
Pada perdagangan sebelumnya, pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk profit taking, di mana hampir mayoritas saham mengalami aksi jual. Namun, untuk saham-saham komoditas bernasib baik, di mana sebagian besar mengalami kenaikan aksi beli seiring rebound-nya sejumlah harga komoditas sehingga harga sahamnya pun masih dapat mengalami kenaikan meski tipis.
Saham-saham tersebut, antara lain LSIP, SSMS, DSNG, ELSA, INCO. Di sisi lain, stagnannya nilai tukar rupiah dan variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia membuat IHSG terperangkap dalam zona merah.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.899,21 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.839,26 di awal sesi 2 dan berakhir di level 4.857,94.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pola yang terbentuk adalah evening star di bawah upper bollinger band (UBB). MACD cenderung flat setelah membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, stochastic dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya.
Dengan terbentuknya pola tersebut, meski laju IHSG sempat melewati kisaran support 4.870-4.880, namun berakhir di bawah kisaran target tersebut sehingga rawan kelanjutan pelemahan jika sentimen yang ada, terutama dari imbas laju bursa saham global tidak cukup kuat mendukung pembalikan arah bagi IHSG.
"Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, di mana posisi IHSG yang cenderung mendekati kisaran support 4.848-4.860 akan rawan pembalikan arah melemah jika sentimen yang ada tidak cukup kuat mendukung kenaikan lanjutan IHSG dan laju IHSG di akhir pekan membuktikan hal tersebut," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (7/4/2014).
Pada perdagangan sebelumnya, pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk profit taking, di mana hampir mayoritas saham mengalami aksi jual. Namun, untuk saham-saham komoditas bernasib baik, di mana sebagian besar mengalami kenaikan aksi beli seiring rebound-nya sejumlah harga komoditas sehingga harga sahamnya pun masih dapat mengalami kenaikan meski tipis.
Saham-saham tersebut, antara lain LSIP, SSMS, DSNG, ELSA, INCO. Di sisi lain, stagnannya nilai tukar rupiah dan variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia membuat IHSG terperangkap dalam zona merah.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.899,21 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.839,26 di awal sesi 2 dan berakhir di level 4.857,94.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :