Laju rupiah diproyeksi tertahan penguatan USD
Senin, 07 April 2014 - 08:48 WIB
Laju rupiah diproyeksi tertahan penguatan USD
A
A
A
Sindonews.com - Rupiah harus puas melaju di garis merahnya merespon sentimen negatif yang datang dari berita pelemahan poundsterling dan euro yang dimanfaatkan dolar Amerika Serikat (USD) untuk terapresiasi.
"Laju rupiah di bawah level resisten Rp11.300 per USD. Rentang rupiah hari ini diperikakan pada kisaran Rp11.318-11.305 per USD mengacu kurs tengah BI," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (7/4/2014).
Menilik perdagangan sebelumnya, tampak laju nilai tukar rupiah di akhir pekan ditutup stagnan seiring dengan masih menguatnya nilai tukar USD.
Padahal dari rilis data-data AS kembali menunjukkan adanya pelemahan, terutama setelah dirilis kenaikan di atas estimasi defisit balance of trade, yang dibarengi juga dengan kenaikan initial jobless claims.
Akan tetapi, kembali melemahnya poundsterling dan euro pasca dirilis penurunan harga perumahan Inggris dan penurunan retail sales dan markit services PMI zona Eropa yang juga diikuti penurunan indeks markit services PMI dan markit company PMI pada Jerman, Italia, Inggris dan Spanyol memberikan sentimen negatif dan memberi kesempatan bagi USD untuk terapresiasi.
Pada akhir pekan lalu, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.310 per USD. Posisi ini stagnan dengan penutupan Kamis (3/4/2014).
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.316 per USD. Posisi ini lebih baik 7 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.323 per USD.
"Laju rupiah di bawah level resisten Rp11.300 per USD. Rentang rupiah hari ini diperikakan pada kisaran Rp11.318-11.305 per USD mengacu kurs tengah BI," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (7/4/2014).
Menilik perdagangan sebelumnya, tampak laju nilai tukar rupiah di akhir pekan ditutup stagnan seiring dengan masih menguatnya nilai tukar USD.
Padahal dari rilis data-data AS kembali menunjukkan adanya pelemahan, terutama setelah dirilis kenaikan di atas estimasi defisit balance of trade, yang dibarengi juga dengan kenaikan initial jobless claims.
Akan tetapi, kembali melemahnya poundsterling dan euro pasca dirilis penurunan harga perumahan Inggris dan penurunan retail sales dan markit services PMI zona Eropa yang juga diikuti penurunan indeks markit services PMI dan markit company PMI pada Jerman, Italia, Inggris dan Spanyol memberikan sentimen negatif dan memberi kesempatan bagi USD untuk terapresiasi.
Pada akhir pekan lalu, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.310 per USD. Posisi ini stagnan dengan penutupan Kamis (3/4/2014).
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.316 per USD. Posisi ini lebih baik 7 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.323 per USD.
(rna)