Bangun PLT Biomassa di Bali, ESDM siapkan Rp10 M

Senin, 07 April 2014 - 13:55 WIB
Bangun PLT Biomassa...
Bangun PLT Biomassa di Bali, ESDM siapkan Rp10 M
A A A
Sindonews.com - Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar lebih untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biomassa di Kabupaten Bangli, Bali. Dalam groundbreaking pmbangkit ini dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.

Selain itu, juga dilakukan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang dibiayai APBN Kementerian ESDM Tahun Anggaran (TA) 2013.

Peresmian PLTS dan PLTMH dilaksanakan secara simbolis dengan penandatanganan prasasti untuk PLTS Samalewa-Pangkajene Kepulauan dengan kapasitas 1 MW on Grid. Juga peresmian PLTS Tianyar Barat Karangasem Provinsi Bali dengan kapasitas 15 kWp Off Grid.

Selain itu, peresmian PLTMH Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 35 kWp di kabupaten Pangkajene Kepulauan Propinsi Sulawesi Selatan.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana mengatakan, pembangunan PLT Biomassa di kabupaten Bangli menjadi percontohan atau pilot project pengembangan energi terbarukan di tanah air.

Dikatakannya, untuk tahap awal pembangunan unit pembangkit listrik tenaga Biomassa berbasis Bambu berlokasi di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli.

Pada tahap awal, pemerintah menggandeng PT Charta Putra Indonesia bersama PT General Electric membangun PLT Biomassa dengan kapasitas terpasang sebesar 400 kW.

Pembangkit itu menggunakan limbah bambu sebagai bahan baku. "Nilai investasi proyek ini sebesar 10 miliar rupiah," sebut Rida di Bangli, Senin (7/4/2014).

Diharapkan PLT Biomassa sudah dapat beroperasi pada Desember 2014 dengan harga jual listrik kepada PLN sebesar Rp975/kWh (harga tarif biomasa sesuai PerMen 04/2012).

Penggunaan bahan baku limbah bambu pada PLTS Biomassa ini dikarenakan bambu di Bangli tumbuh dan berkembang dengan cepat di seluruh desa di atas luas lahan sekitar 6.034,80 Ha.

Dengan pemanfaatan bambu ini diharapkan dapat semakin mendorong pembangunan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bambu secara optimal.

Bambu bisa dioptalkan mulai dari bagian yang bisa dikembangkan secara produktif sampai limbah yang selama ini dipandang sebagai sampah yang hanya mengotori lingkungan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
26 menit yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
43 menit yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
1 jam yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
1 jam yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved