Sanksi LCGC pakai BBM subsidi sulit dilakukan

Senin, 07 April 2014 - 14:28 WIB
Sanksi LCGC pakai BBM...
Sanksi LCGC pakai BBM subsidi sulit dilakukan
A A A
Sindonews.com - Mobil low cost green car (LCGC) sudah didesain untuk mencegah pemakainya menggunakan BBM bersubsidi. Namun, temuan di lapangan menunjukan mobil tersebut justru banyak yang memakai BBM bersubsidi sebagai bahan bakarnya.

Wacana untuk memberikan sanksi kepada pengguna mobil LCGC yang memakai BBM bersubsidi pun dikemukakan oleh Kementerian Periundustrian (Kemenperin). Namun, Menteri Keuangan M Chatib Basri mengingatkan, sanksi tersebut sulit dilakukan karena tidak ada yang bisa mengontrolnya.

“Kalau punishment-nya cuma diimbau, nggak bakal jalan. Kemenperin bilang diberikan saja hukumannya, tapi siapa yang akan jaga di setiap pom bensin,” tutur Chatib dalam diskusi 'Menyongsong Peta Baru Kebijakan Ekonomi Indonesia' di Jakarta, Senin (7/4/2014).

Daripada memberikan sanksi, dia mengatakan, pembatasan seharusnya dilakukan secara teknis. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan aturan yang mewajibkan produsen mobil mendesain tangki BBM nonsubsidi, penggantian nozzle (selang BBM) dan sebagainya.

“Jadi harus dipikirkan soal teknisnya. Misalnya kalau masih pakai BBM subsidi, mesin nggak akan jalan atau jadi kurang tarikannya. Bisa juga nozzle-nya diganti. Soal teknis ini yang tahu kan Kemenperin," imbuh dia.

Chatib menuturkan, pergantian nozzle diharapkan bisa menekan penggunaan BBM bersubsidi pada mobil LCGC. Peningkatan penggunaan BBM bersubsidi memang menjadi kekhawatiran utama Chatib terhadap mobil LCGC.

Dengan adanya peningkatan penjualan mobil LCGC, menurut dia, negara bisa mendapatkan tambahan pajak pertambahan nilai (PPN). Karena itulah, isu pajak tidak menjadi perhatian besar.

“Betul bahwa komponen industrinya bagus di sini, ekspornya juga naik, tax-nya dapat. Tapi bagaimana untuk fuel itu bisa diatasi,” ujar dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sambut Diskon Akhir...
Sambut Diskon Akhir Tahun, Ini Harga Terlengkap Mobil LCGC 2022
Mobil Listrik Ancam...
Mobil Listrik Ancam Eksistensi LCGC, Harga Murah Tinggal Kenangan?
5 Alasan Membeli Mobil...
5 Alasan Membeli Mobil LCGC di 2022
Napas Buatan untuk Mobil...
Napas Buatan untuk Mobil Rakyat: Insentif LCGC Diperpanjang di Tengah Penjualan yang Sekarat
Daftar Harga Mobil Murah...
Daftar Harga Mobil Murah yang Tak Lagi Murah: Rincian Lengkap LCGC Juli 2025
Alarm untuk Mobil Rakyat:...
Alarm untuk Mobil Rakyat: Penjualan LCGC Anjlok, Sinyal Bahaya Ekonomi?
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
12 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved