Konsumsi BBM pembangkit 2014 diperkirakan 6,4 juta KL
Senin, 07 April 2014 - 15:41 WIB
Konsumsi BBM pembangkit 2014 diperkirakan 6,4 juta KL
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN (persero) memproyeksikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik hingga akhir tahun ini mencapai 6,4 juta kiloliter (KL) atau lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar 7 juta KL.
Kepala Divisi Gas dan BBM PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan, berkurangnya konsumsi BBM pembangkit karena peningkatan konsumsi gas sepanjang kuartal 1/2014 ini diproyeksikan mencapai 10,75 terra british thermal unit (tbtu), naik dibanding kuartal 1/2013 sebesar 97 tbtu.
“Kita optimis jika melihat pencapaian konsumsi gas ini. Targetnya sampai akhir tahun konsumsi gas pembangkit mencapai 431 tbtu,” kata dia, di Jakarta, Senin (7/4/2014)
Sementara konsumsi listrik pada akhir tahun ini justru masih tinggi. Direktur Operasi Jawa Bali Sumatera PLN Ngurah Adnyana mengatakan, untuk pertumbuhan konsumsi listrik masih cukup tinggi. Januari hingga Februari 2014 mencapai 9 persen
“Tahun lalu saja tumbuh 7 persen, kemudian dua bulan pertama 2014 tumbuh rata-rata 9 persen mesikipun tidak merata,” kata dia.
Di Jawa Bali tumbuh 8,2 persen, Sumatera tumbuh 9,6 persen dan Indonesia Timur tumbuh 14 persen. Sedangkan dalam bauran energi PLN pada 2013 mencapai penggunaan BBM mencapai 12,3 persen, lebih rendah dibanding tahun 2012 mencapai 15 persen.
“Targetnya pada 2014 turun menjadi 9,3 persen,” ungkap dia.
Dia menjelaskan, penggunaan BBM dalam bauran energi di Jawa Bali hanya 2,3 persen dengan penyerapan terbanyak di Bali. Sementara di Sumatera penyerapan BBM masih 30 persen dengan penyerapan terbanyak di Sumatera Utara.
“PLN terus berupaya agar konsumsi BBM tidak lagi dominan,” pungkas Adnyana.
Sebelumnya, Adnyana menargetkan konsumsi BBM di Bali dihentikan pada semester II/2014 dengan pertimbangan beberapa hal, diantaranya beroperasinya pipa transmisi bawah laut Jawa-Bali berkapasitas total 2x100 megawatt (MW), PLTU Celukan Bawang 380 MW dan PLTG di Bali Selatan dengan kapasitas 200 MW.
“Dengan kapasitas 2x100 MW, pengaliran listrik dari Jawa mampu menghemat konsumsi BBM dipembangkit listrik di Bali sekitar 350 ribu Kl per tahun," ujarnya.
Adnyana menuturkan, penghematan konsumsi BBM selebihnya dapat diperoleh dari PLTU Celukan Bawang dan PLTG di Bali Selatan. Diperkirakan PLTU Celukan Bawang beroperasi Juni-Juli 2014.
Kepala Divisi Gas dan BBM PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan, berkurangnya konsumsi BBM pembangkit karena peningkatan konsumsi gas sepanjang kuartal 1/2014 ini diproyeksikan mencapai 10,75 terra british thermal unit (tbtu), naik dibanding kuartal 1/2013 sebesar 97 tbtu.
“Kita optimis jika melihat pencapaian konsumsi gas ini. Targetnya sampai akhir tahun konsumsi gas pembangkit mencapai 431 tbtu,” kata dia, di Jakarta, Senin (7/4/2014)
Sementara konsumsi listrik pada akhir tahun ini justru masih tinggi. Direktur Operasi Jawa Bali Sumatera PLN Ngurah Adnyana mengatakan, untuk pertumbuhan konsumsi listrik masih cukup tinggi. Januari hingga Februari 2014 mencapai 9 persen
“Tahun lalu saja tumbuh 7 persen, kemudian dua bulan pertama 2014 tumbuh rata-rata 9 persen mesikipun tidak merata,” kata dia.
Di Jawa Bali tumbuh 8,2 persen, Sumatera tumbuh 9,6 persen dan Indonesia Timur tumbuh 14 persen. Sedangkan dalam bauran energi PLN pada 2013 mencapai penggunaan BBM mencapai 12,3 persen, lebih rendah dibanding tahun 2012 mencapai 15 persen.
“Targetnya pada 2014 turun menjadi 9,3 persen,” ungkap dia.
Dia menjelaskan, penggunaan BBM dalam bauran energi di Jawa Bali hanya 2,3 persen dengan penyerapan terbanyak di Bali. Sementara di Sumatera penyerapan BBM masih 30 persen dengan penyerapan terbanyak di Sumatera Utara.
“PLN terus berupaya agar konsumsi BBM tidak lagi dominan,” pungkas Adnyana.
Sebelumnya, Adnyana menargetkan konsumsi BBM di Bali dihentikan pada semester II/2014 dengan pertimbangan beberapa hal, diantaranya beroperasinya pipa transmisi bawah laut Jawa-Bali berkapasitas total 2x100 megawatt (MW), PLTU Celukan Bawang 380 MW dan PLTG di Bali Selatan dengan kapasitas 200 MW.
“Dengan kapasitas 2x100 MW, pengaliran listrik dari Jawa mampu menghemat konsumsi BBM dipembangkit listrik di Bali sekitar 350 ribu Kl per tahun," ujarnya.
Adnyana menuturkan, penghematan konsumsi BBM selebihnya dapat diperoleh dari PLTU Celukan Bawang dan PLTG di Bali Selatan. Diperkirakan PLTU Celukan Bawang beroperasi Juni-Juli 2014.
(rna)
Lihat Juga :