Rupiah ditutup terdepresiasi ke Rp11.414/USD
Jum'at, 11 April 2014 - 16:14 WIB
Rupiah ditutup terdepresiasi ke Rp11.414/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir pekan ini terdepresiasi di tengah positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.414 per USD. Posisi ini merosot 57 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.357 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.427 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada di level Rp11.394 per USD dan terlemah di level Rp11.471 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.414 per USD, dengan kisaran harian Rp11.355-11.509 per USD. Posisi ini terdepresiasi 92 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.322 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore ini pada level Rp11.417 per USD. Posisi ini memburuk 61 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.356 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.450 per USD. Posisi ini anjlok 108 poin dari penutupan Kamis (10/4/2014) Rp11.342 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan terhadap rupiah belum mereda, sehingga menghambat apresiasi mata uang domestik pada akhir pekan ini. "Namun, kembalinya indeks ke kisaran 4.800-an mengurangi tekanan atas rupiah," ujar dia.
Sementara IHSG sore ini berhasil ditutup positif kembali ke level 4.800 didukung aksi beli. IHSG bertambah 50,85 poin atau 1,076 persen ke level 4.816,57.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,40 triliun dengan 4,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp61,96 miliar. Tercatat 190 saham naik, 123 saham melemah dan 79 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.414 per USD. Posisi ini merosot 57 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.357 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.427 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada di level Rp11.394 per USD dan terlemah di level Rp11.471 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.414 per USD, dengan kisaran harian Rp11.355-11.509 per USD. Posisi ini terdepresiasi 92 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.322 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore ini pada level Rp11.417 per USD. Posisi ini memburuk 61 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.356 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.450 per USD. Posisi ini anjlok 108 poin dari penutupan Kamis (10/4/2014) Rp11.342 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan terhadap rupiah belum mereda, sehingga menghambat apresiasi mata uang domestik pada akhir pekan ini. "Namun, kembalinya indeks ke kisaran 4.800-an mengurangi tekanan atas rupiah," ujar dia.
Sementara IHSG sore ini berhasil ditutup positif kembali ke level 4.800 didukung aksi beli. IHSG bertambah 50,85 poin atau 1,076 persen ke level 4.816,57.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,40 triliun dengan 4,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp61,96 miliar. Tercatat 190 saham naik, 123 saham melemah dan 79 saham stagnan.
(rna)