Kemendag kaji kembali PPnBM ponsel

Jum'at, 11 April 2014 - 19:19 WIB
Kemendag kaji kembali...
Kemendag kaji kembali PPnBM ponsel
A A A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Bayu Krisnamurthi menyatakan bahwa saat ini pihaknya akan kembali mengkaji penerapan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atas telepon selular (ponsel) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Pajak itu kan adanya di Kementerian Keuangan, sedang dibahas sama-sama," ungkap dia di kantornya, Jumat (11/4/2014).

Bayu enggan berkomentar panjang soal penolakan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) atas PPnBM ponsel yang dinilai memberatkan pengusaha. Terlebih, ponsel dinilai bukan lagi tergolong barang mewah, yang harus dikenakan pajak tersebut. "Pokoknya ya sedang dibahas sama-sama," ujarnya.

Seperti diketahui, APSI menyatakan penolakan atas dikenakannya pajak barang mewah terhadap ponsel sebesar 20 persen. Hal tersebut dinilai memberatkan pengusaha, dan memicu semakin maraknya black market (BM) di Indonesia.

"Dengan adanya pengenaan pajak ini, black market pasti akan semakin besar. Ini juga memicu investor untuk kabur dan tidak invest lagi di Indonesia," pungkas Wakil Ketua APSI, Lee Kang Hyun belum lama ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
58 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved