Rupiah diprediksi masih akan tertekan
Senin, 14 April 2014 - 09:16 WIB
Rupiah diprediksi masih akan tertekan
A
A
A
Sindonews.com - Laju rupiah diproyeksi masih belum bisa kembali ke zona hijaunya lantaran sejumlah sentimen yang ada kurang mendukungnya untuk menguat atas dolar Amerika Serikat (USD). Menilik laju nilai tukar rupiah hingga akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahan.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, tampaknya pelaku pasar masih menanggapi negatif hasil hitung cepat (quick count) pemilihan umum legislatif (pileg).Dengan demikian, pelaku pasar kembali dihadapkan pada ketidakpastian mengenai rencana koalisi para partai untuk mencapai batas suara.
Di sisi lain, pelemahan laju rupiah turut dipicu penilaian Bank Indonesia (BI) bahwa ekonomi Indonesia kuartal IV/2014 hanya akan tumbuh moderat dan terimbas pelemahan sejumlah mata uang Asia Pasifik setelah terkena aksi jual pasca penilaian telah jenuh beli (overbought).
Rilis inflasi China yang stabil tidak mampu memberikan sentimen positif pada laju Rupiah. Laju Rupiah di bawah level support Rp11.378. Rentang Rupiah di kisaran Rp11.423-Rp11.486 per USD mengacu kurs tengah BI.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari akhir pekan lalu berada di level Rp11.450 per USD. Posisi ini anjlok 108 poin dari penutupan Kamis (10/4/2014) Rp11.342 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.414 per USD. Posisi ini merosot 57 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.357 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, tampaknya pelaku pasar masih menanggapi negatif hasil hitung cepat (quick count) pemilihan umum legislatif (pileg).Dengan demikian, pelaku pasar kembali dihadapkan pada ketidakpastian mengenai rencana koalisi para partai untuk mencapai batas suara.
Di sisi lain, pelemahan laju rupiah turut dipicu penilaian Bank Indonesia (BI) bahwa ekonomi Indonesia kuartal IV/2014 hanya akan tumbuh moderat dan terimbas pelemahan sejumlah mata uang Asia Pasifik setelah terkena aksi jual pasca penilaian telah jenuh beli (overbought).
Rilis inflasi China yang stabil tidak mampu memberikan sentimen positif pada laju Rupiah. Laju Rupiah di bawah level support Rp11.378. Rentang Rupiah di kisaran Rp11.423-Rp11.486 per USD mengacu kurs tengah BI.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari akhir pekan lalu berada di level Rp11.450 per USD. Posisi ini anjlok 108 poin dari penutupan Kamis (10/4/2014) Rp11.342 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.414 per USD. Posisi ini merosot 57 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.357 per USD.
(rna)