Kadin: Daya saing daerah perlu terus dipacu

Senin, 14 April 2014 - 13:06 WIB
Kadin: Daya saing daerah...
Kadin: Daya saing daerah perlu terus dipacu
A A A
Sindonews.com - Tingkat daya saing (competitiveness) daerah merupakan salah satu parameter dalam konsep pembangunan daerah berkelanjutan. Secara umum, tingkat daya saing suatu daerah, searah dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, peningkatan ekonomi nasional berawal dari pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga pembangunan ekonomi mulai dari aspek daya saing daerah, perdagangan hingga investasinya harus terus dipacu.

"Daerah harus mampu mengembangkan perekonomiannya agar berkontribusi positif bagi perekonomian nasional dan tentunya kita harapkan upaya tersebut dapat membuka kesempatan kerja yang tinggi. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Wilayah Tengah Iwan Dermawan Hanafi dalam rilisnya, Senin (14/4/2014).

Sementara itu, indikator daya saing yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 26/2008 yang dimodifikasi, antara lain kemampuan ekonomi daerah, fasilitas wilayah/infrastruktur, iklim berinvestasi, dan sumber daya manusia.

Berkaitan hal tersebut, Iwan mengatakan, pemerintah daerah harus terus berupaya untuk meningkatkan iklim investasi khususnya infrastruktur. Dari data dan fakta yang ada, infrastruktur masih menjadi kendala.

Bahkan, sebelumnya Kadin memberikan rekomendasi tertulis kepada pemerintah untuk dapat mengalihkan kebijakan subsidi BBM kepada pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk merangsang peningkatan ekonomi di daerah-daerah hingga sampai ke tingkat Kabupaten.

"Infrastruktur yang baik sangat dibutuhkan dan akan berpengaruh terhadap aktivitas usaha dan seberapa jauh masuknya investasi ke daerah itu," jelas Iwan.

Menurutnya, iklim usaha yang kondusif harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, tidak sedikit kebijakan daerah yang ada justru masih menyulitkan para pelaku usaha.

Karena itu, pihaknya mengharapkan adanya reformasi kebijakan. Salah satunya terkait kemudahan dalam mendirikan usaha, penyederhanaan birokrasi hingga regulasi pajak daerah.

Peringkat Indonesia dalam laporan Bank Dunia "Doing Business" 2012 memperlihatkan posisi Indonesia berada di peringkat ke 130 dan 2013 berada di posisi ke 128. Sementara, dalam laporan yang dikeluarkan Bank Dunia bertajuk 'Doing Business 2014 Indonesia menempati peringkat ke 120.

"Pemerintah harus bekerja sama dengan dunia usaha untuk merumuskan strategi terbaik untuk mendorong percepatan arus investasi dan iklim usaha yang kondusif di daerah," kata Iwan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved