Fundemantal RI membaik, rupiah diproyeksi menguat
Selasa, 15 April 2014 - 08:42 WIB
Fundemantal RI membaik, rupiah diproyeksi menguat
A
A
A
Sindonews.com - Rupiah tampaknya kembali menemukan momentum penguatannya dan berpotensi kembali menguat atas dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini.
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, tampak nilai tukar rupiah dapat menguat kembali meski tipis dan kebetulan seiring dengan pergerakan harga kontrak emas yang juga menguat dengan sentimen kembali memanasnya masalah politik di Ukraina.
"Pelaku pasar memanfaatkan rendahnya laju rupiah dalam beberapa hari terakhir pasca terkontaminasi dengan sentimen politik untuk kembali diburu meski masih dalam volume yang cukup rendah," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (15/4/2014).
Adanya pernyataan dari Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah bahwa IHSG dan rupiah naik karena penguatan fundamental perekonomian Indonesia juga memberikan sentimen positif karena menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi dalam negeri.
Pada hari ini, Reza memperkirakan laju rupiah berada di bawah level resisten Rp11.486 per USD. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.430-11.464 per USD mengacu kurs tengah Bank Indonesia (BI).
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.444 per USD. Posisi ini sedikit menguat dari penutupan Jumat (11/4/2014) Rp11.450 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.437 per USD. Posisi ini terdepresiasi 23 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.414 per USD.
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, tampak nilai tukar rupiah dapat menguat kembali meski tipis dan kebetulan seiring dengan pergerakan harga kontrak emas yang juga menguat dengan sentimen kembali memanasnya masalah politik di Ukraina.
"Pelaku pasar memanfaatkan rendahnya laju rupiah dalam beberapa hari terakhir pasca terkontaminasi dengan sentimen politik untuk kembali diburu meski masih dalam volume yang cukup rendah," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (15/4/2014).
Adanya pernyataan dari Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah bahwa IHSG dan rupiah naik karena penguatan fundamental perekonomian Indonesia juga memberikan sentimen positif karena menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi dalam negeri.
Pada hari ini, Reza memperkirakan laju rupiah berada di bawah level resisten Rp11.486 per USD. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.430-11.464 per USD mengacu kurs tengah Bank Indonesia (BI).
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.444 per USD. Posisi ini sedikit menguat dari penutupan Jumat (11/4/2014) Rp11.450 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.437 per USD. Posisi ini terdepresiasi 23 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.414 per USD.
(rna)