BEI belum terima laporan rencana IPO Indosmelt
Selasa, 15 April 2014 - 12:39 WIB
BEI belum terima laporan rencana IPO Indosmelt
A
A
A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik rencana PT Indosmelt untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada tahun 2015 mendatang.
Sayang saat dikonfirmasi perihal tersebut, Direktur Penialaian BEI Hoesen menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari perusahaan pemurnian tambang tersebut.
"Dia punya rencana bagus, kita sambut baik. Tapi karena dia belum mengajukan secara resmi, kita belum bisa ngomong apa-apa. Kalau mau ajuin harus lapor ke bursa secara formal, perusahaannya ketemu dengan kita, lakukan pembicaraan. Laporan secara resminya mungkin kalau penyampaian lisan sudah. Tapi saya belum menerima," kata Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Senin (15/4/2014).
Dalam keterangannya kepada awak media beberapa waktu lalu, PT Indosmelt menyatakan minatnya untuk melakukan IPO pada 2015.
Dalam kaitannya dengan rencana tersebut, PT Indosmelt mengincar dana segar mencapai USD500 juta untuk mendukung rencana sejumlah ekspansi yang akan dilakukan perseroan sejalan dengan diterapkannya aturan, yang mewajibkan perusahaan tambang melakukan pemurnian di dalam negeri.
"Sebesar USD500 juta untuk bangun pabrik refinery emas di Maros, Sulawesi Selatan. Rencananya kami lepas saham ke publik 49 persen," ucap Direktur Utama Indosmelt Natsir Mansyur belum lama ini.
Natsir menambahkan, rencana ini juga telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
"Kita sedang jajaki pembicaraan dan menunjuk underwritter PT Kresna Sekuritas. Selain IPO, ada tambahan pinjaman lagi, itu kami juga sedang jajaki dengan Exim Bank untuk pendanaannya. Kalau untuk obligasi bisa saja memungkinkan. Pelan-pelan lah, kita selesaikan dulu smelter. Baru deh (IPO), ya akhir 2015," tutur dia.
Sayang saat dikonfirmasi perihal tersebut, Direktur Penialaian BEI Hoesen menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari perusahaan pemurnian tambang tersebut.
"Dia punya rencana bagus, kita sambut baik. Tapi karena dia belum mengajukan secara resmi, kita belum bisa ngomong apa-apa. Kalau mau ajuin harus lapor ke bursa secara formal, perusahaannya ketemu dengan kita, lakukan pembicaraan. Laporan secara resminya mungkin kalau penyampaian lisan sudah. Tapi saya belum menerima," kata Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Senin (15/4/2014).
Dalam keterangannya kepada awak media beberapa waktu lalu, PT Indosmelt menyatakan minatnya untuk melakukan IPO pada 2015.
Dalam kaitannya dengan rencana tersebut, PT Indosmelt mengincar dana segar mencapai USD500 juta untuk mendukung rencana sejumlah ekspansi yang akan dilakukan perseroan sejalan dengan diterapkannya aturan, yang mewajibkan perusahaan tambang melakukan pemurnian di dalam negeri.
"Sebesar USD500 juta untuk bangun pabrik refinery emas di Maros, Sulawesi Selatan. Rencananya kami lepas saham ke publik 49 persen," ucap Direktur Utama Indosmelt Natsir Mansyur belum lama ini.
Natsir menambahkan, rencana ini juga telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
"Kita sedang jajaki pembicaraan dan menunjuk underwritter PT Kresna Sekuritas. Selain IPO, ada tambahan pinjaman lagi, itu kami juga sedang jajaki dengan Exim Bank untuk pendanaannya. Kalau untuk obligasi bisa saja memungkinkan. Pelan-pelan lah, kita selesaikan dulu smelter. Baru deh (IPO), ya akhir 2015," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :