Kapitalisasi pasar modal sudah mencapai Rp4800 T
Selasa, 15 April 2014 - 14:47 WIB
Kapitalisasi pasar modal sudah mencapai Rp4800 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada kapitalisasi pasar modal tanah air hingga mencapai Rp4.800 triliun pada saat ini.
Direktur Pengembangan Bisnis BEI, Friederica Widyasari Dewi mengatakan, hal ini tumbuh cukup signifikan bila dibandingkan sejak lembaga penghimpun dana investor di Indonesia ini baru pertama kali berdiri.
"Kaptialisasi pasar modal kita sekarang sudah mencapai Rp4.800 triliun lebih. Yang lain pertumbuhan transaksi harian saat ini juga sudah mencapai Rp6 triliun perhari. Bayangkan saat lembaga ini baru pertama kali berdiri," kata Friederica di Hotel Le Meredien, Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Diktakan wanita yang akrab disapa Kiki ini, kapitalisasi pasar menunjukkan nilai efek yang tercatat di bursa saham. Artinya, kapitalisasi ini menunjukkan seberapa besar nilai surat berharga yang diterbitkan oleh berbagai perusahaan dalam satu pasar. Surat berharga tersebut bisa berupa saham atau surat utang seperti obligasi dan sebagainya.
Dengan pengertian tersebut, meningkatnya jumlah kapitalisasi market, dapat diartikan sebagai meningkatnya peran serta masyarakat dalam menyerap surat-surat berharga tersebut.
"Meningkatnya kapitalisasi di pasar modal ini, berarti jumlah investor yang tergabung sudah semakin banyak. Dan diharapkan ke depan akan semakin banyak," papar dia.
BEI sendiri menargetkan mampu menyumbang kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp8.000 triliun. Menurut Kiki, angka tersebut bukan hal yang mustahil untuk diraih mengingat fundamental ekonomi Indonesia yang sangat baik yang bahkan diproyeksi mampu menjadi negara dengan peringkat ekonomi ke-7 di seluruh dunia.
"Indonesia itu primadona fund manager di seluruh dunia. Mengapa? Karena fundamental ekonomi kita sangat baik. Sekarang, daripada kita hanya ngomel-ngomel jalanan macet, kenapa bukan sekalian saja kita beli saham Astra misalnya supaya kita bisa merasakan keuntungan perusahaan yang memproduksi mobil itu," pungkas dia.
Direktur Pengembangan Bisnis BEI, Friederica Widyasari Dewi mengatakan, hal ini tumbuh cukup signifikan bila dibandingkan sejak lembaga penghimpun dana investor di Indonesia ini baru pertama kali berdiri.
"Kaptialisasi pasar modal kita sekarang sudah mencapai Rp4.800 triliun lebih. Yang lain pertumbuhan transaksi harian saat ini juga sudah mencapai Rp6 triliun perhari. Bayangkan saat lembaga ini baru pertama kali berdiri," kata Friederica di Hotel Le Meredien, Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Diktakan wanita yang akrab disapa Kiki ini, kapitalisasi pasar menunjukkan nilai efek yang tercatat di bursa saham. Artinya, kapitalisasi ini menunjukkan seberapa besar nilai surat berharga yang diterbitkan oleh berbagai perusahaan dalam satu pasar. Surat berharga tersebut bisa berupa saham atau surat utang seperti obligasi dan sebagainya.
Dengan pengertian tersebut, meningkatnya jumlah kapitalisasi market, dapat diartikan sebagai meningkatnya peran serta masyarakat dalam menyerap surat-surat berharga tersebut.
"Meningkatnya kapitalisasi di pasar modal ini, berarti jumlah investor yang tergabung sudah semakin banyak. Dan diharapkan ke depan akan semakin banyak," papar dia.
BEI sendiri menargetkan mampu menyumbang kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp8.000 triliun. Menurut Kiki, angka tersebut bukan hal yang mustahil untuk diraih mengingat fundamental ekonomi Indonesia yang sangat baik yang bahkan diproyeksi mampu menjadi negara dengan peringkat ekonomi ke-7 di seluruh dunia.
"Indonesia itu primadona fund manager di seluruh dunia. Mengapa? Karena fundamental ekonomi kita sangat baik. Sekarang, daripada kita hanya ngomel-ngomel jalanan macet, kenapa bukan sekalian saja kita beli saham Astra misalnya supaya kita bisa merasakan keuntungan perusahaan yang memproduksi mobil itu," pungkas dia.
(gpr)
Lihat Juga :