IHSG dibayangi profit taking
Rabu, 16 April 2014 - 08:24 WIB
IHSG dibayangi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan Rabu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak menguat berada pada rentang support 4.854-4.860 dan resisten 4.875-4.884.
IHSG membentuk pola three inside up diakhiri dengan pembentukan shooting star di atas middle bollinger band (MBB). MACD melandai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan rebound.
Pola tersebut terbentuk atas laju IHSG yang sempat bertahan di atas kisaran target support 4.800-4.850, sehingga tidak membuka peluang pelemahan lebih dalam.
"Akan tetapi, bila sentimen yang ada kurang mendukung dan pelaku pasar lebih memilih untuk take profit maka IHSG pun berpeluang berbalik melemah, sehingga utang gap atas di level 4.829-4.906 menjadi sulit untuk ditutup," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (16/4/2014).
Pada perdagangan kemarin, tampak aksi beli yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya mulai terlhat berkurang. Seperti biasanya, sebagian pelaku pasar pun memanfaatkan kenaikan yang terjadi sebelumnya untuk profit taking.
Akibatnya, IHSG pun kehilangan tenaga untuk melanjutkan penguatannya dan utang gap atas di level 4.829-4.906 pun tidak sampai tertutup secara sempurna.
Meski demikian, IHSG akhirnya masih dapat ditutup di zona hijau. Padahal di sesi awal, laju nya sudah cukup baik dengan bertahan di zona hijau namun, terimbas pelemahan pada sejumlah bursa saham Asia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.893,23 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.863,01 jelang preclosing sesi 1 dan berakhir di level 4864,84. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia mayoritas berakhir di zona merah setelah terimbas aksi jual di pasar saham China pasca dirilisnya penurunan pada pertumbuhan new yuan loans (meski angkanya meningkat dari sebelumnya) dan M2 (uang beredar) China.
Berita negatif pada beberapa emiten, antara lain Agricultural Bank of China Ltd., Great Wall Motor Co., Guotai Junan Int’l Holdings Ltd., dan lainnya menambah sentimen negatif. Beredarnya ekspektasi rendahnya GDP China turut menambah sentimen negatif.
Meski sempat berada di zona hijau, namun kini laju bursa saham Eropa berada di zona merah. Pelaku pasar masih menanggapi negatif meningkatnya tensi geopolitik di wilayah Ukraina dan ditambah dengan sentimen perlambatan di China.
Turunnya sejumlah harga komoditas setelah terjadinya aksi jual dengan merespon penurunan produksi iron-ore Rio Tinto Group dan SABMiller Plc yang dibarengi dengan rendahnya rilis penjualan ritel dan inflasi Inggris, serta turunnya ZEW economic sentiment index Jerman turut berimbas negatif pada laju bursa saham Eropa, sehingg rilis di atas estimasi balance of trade dan ZEW economic sentiment index zona Eropa kurang ditanggapi.
IHSG membentuk pola three inside up diakhiri dengan pembentukan shooting star di atas middle bollinger band (MBB). MACD melandai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan rebound.
Pola tersebut terbentuk atas laju IHSG yang sempat bertahan di atas kisaran target support 4.800-4.850, sehingga tidak membuka peluang pelemahan lebih dalam.
"Akan tetapi, bila sentimen yang ada kurang mendukung dan pelaku pasar lebih memilih untuk take profit maka IHSG pun berpeluang berbalik melemah, sehingga utang gap atas di level 4.829-4.906 menjadi sulit untuk ditutup," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (16/4/2014).
Pada perdagangan kemarin, tampak aksi beli yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya mulai terlhat berkurang. Seperti biasanya, sebagian pelaku pasar pun memanfaatkan kenaikan yang terjadi sebelumnya untuk profit taking.
Akibatnya, IHSG pun kehilangan tenaga untuk melanjutkan penguatannya dan utang gap atas di level 4.829-4.906 pun tidak sampai tertutup secara sempurna.
Meski demikian, IHSG akhirnya masih dapat ditutup di zona hijau. Padahal di sesi awal, laju nya sudah cukup baik dengan bertahan di zona hijau namun, terimbas pelemahan pada sejumlah bursa saham Asia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.893,23 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.863,01 jelang preclosing sesi 1 dan berakhir di level 4864,84. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia mayoritas berakhir di zona merah setelah terimbas aksi jual di pasar saham China pasca dirilisnya penurunan pada pertumbuhan new yuan loans (meski angkanya meningkat dari sebelumnya) dan M2 (uang beredar) China.
Berita negatif pada beberapa emiten, antara lain Agricultural Bank of China Ltd., Great Wall Motor Co., Guotai Junan Int’l Holdings Ltd., dan lainnya menambah sentimen negatif. Beredarnya ekspektasi rendahnya GDP China turut menambah sentimen negatif.
Meski sempat berada di zona hijau, namun kini laju bursa saham Eropa berada di zona merah. Pelaku pasar masih menanggapi negatif meningkatnya tensi geopolitik di wilayah Ukraina dan ditambah dengan sentimen perlambatan di China.
Turunnya sejumlah harga komoditas setelah terjadinya aksi jual dengan merespon penurunan produksi iron-ore Rio Tinto Group dan SABMiller Plc yang dibarengi dengan rendahnya rilis penjualan ritel dan inflasi Inggris, serta turunnya ZEW economic sentiment index Jerman turut berimbas negatif pada laju bursa saham Eropa, sehingg rilis di atas estimasi balance of trade dan ZEW economic sentiment index zona Eropa kurang ditanggapi.
(rna)
Lihat Juga :