Menkeu: BUMN harus kejar dividen Freeport

Kamis, 17 April 2014 - 19:10 WIB
Menkeu: BUMN harus kejar...
Menkeu: BUMN harus kejar dividen Freeport
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri mengingatkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar terus memperjuangkan bagian pemerintah di dalam dividen PT Freeport Indonesia.

Pasalnya, pemerintah memiliki saham di sana sehingga berhak memperjuangkan dividen Freeport jika Freeport untung. "Kalau Freeport itu kan untung, kalau untung kan pemerintah punya saham di situ. Mbok ya diperjuangin maintain. Kita minta deviden ditagih. Bagian-bagian yang bisa diperjuangkan musti dikejar dong," tutur Chatib di kantornya, Kamis (17/4/2014).

Chatib mengakui, keputusan Freeport untuk tidak membagi dividen memang sudah menjadi kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun, dia mengingatkan bahwa saat ini pemerintah membutuhkan banyak dana untuk membiayai pembangunan serta membiayai subsidi.

Dividen dari Freeport diharapkan bisa menjadi salah satu sumber dana tersebut. Terlebih, Freeport sudah tidak membayar dividen selama dua tahun berturut-turut.

"Dividen Freeport itu kan Rp1,5 triliun. Saya lagi butuh duit nih. Dan di situ (RUPS) kan ada perwakilan pemerintah. Enggak mau dividen itu memang haknya (Freeport) tapi kita punya share bisa diperjuangkan," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menuturkan bahwa setoran dividen BUMN ke kas negara untuk APBN 2014 sebesar Rp40 triliun tidak akan terpenuhi. Pasalnya, ada penyumbang dividen yakni Freeport dan PT PLN (persero) tidak bisa menyetorkan dividen tahun buku 2013 akibat persoalan keuangan. Akibatnya, jumlah dividen tahun buku 2013 untuk APBN 2014 hanya berkisar Rp37,5 triliun sampai Rp38,5 triliun.

Meskipun Freeport bukan BUMN tetapi pemerintah masih memiliki saham 9,36 persen. Karena itu, pemerintah berhak mendapatkan dividen. Sebagai catatan, pada 2012 dan 2013, Freeport juga tidak menyetor BUMN. Untuk 2014, Freeport ditargetkan menyetor dividen sebesar Rp1,5 triliun sementara PT PLN sekitar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
1 jam yang lalu
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
8 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
10 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
10 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
10 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
11 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved