Dahlan diminta jangan lempar rumor pasar

Jum'at, 18 April 2014 - 13:34 WIB
Dahlan diminta jangan...
Dahlan diminta jangan lempar rumor pasar
A A A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan diminta memberi kejelasan terkait rencana penggabungan dua bank plat merah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, ketidakjelasan arah rencana akuisisi tersebut dikhawatirkan dapat menjadi sentimen negatif yang akan direspon pasar. Sehingga menyebabkan bergejolaknya saham kedua emiten perbankan milik negara ini.

Pernyataan William tersebut sekaligus merespon laju saham kedua bank tersebut yang bergerak di zona merah sepanjang perdagangan 17 April 2014.

Terpantau, saham BMRI pada perdagangan 10 April masih berada di kisaran Rp9.550 per lembar saham, lalu mencatat level tertinggi Rp10.100 per lembar saham pada pembukaan perdagangan 17 April 2014.

Sayang, kondisi tersebut tak bertahan lama. Saham BMRI yang pada perdagangan sesi pertama ditutup pada zona merah tersebut, terus melemah hingga ke level terendah Rp9.775 per lembar saham sebelum akhirnya ditutup di zona merah pada level Rp9.850 per lembar saham.

Hal serupa juga terjadi pada laju saham BBTN. Pada 10-15 April 2014 harga saham BBTN berada dikisaran Rp1.250 per saham. Saham BBTN terus merangkak naik sampai menyentuh level tertinggi pada perdagangan sesi pertama 16 April 2014 di angka Rp1.420 per lembar saham.

Sayang, lajunya di zona hijau tidak bertahan lama, saham BBTN perlahan melemah. Bahkan sepanjang perdagangan 17 April 2014, saham BBTN terus melaju di zona merah dan sempat menyentuh level terendah Rp1.345 per lembar saham, sebelum akhirnya ditutup pada level Rp1.365 per lembar saham (data yahoofinance).

"Turun karena enggak ada kejelasan soal mekanisme akuisisinya seperti apa? Pertimbangannya pun belum dipaparkan," imbuh William, Jumat (18/4/2014).

Tidak ingin harga saham BBTN dan BMRI senasib dengan harga saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), William pun menyebutkan Dahlan Iskan harus memberikan kejelasan pasti terkait isu tersebut.

"Pak Dahlan harus kasih kejelasan secara gamblang. Jangan hanya ternyata baru wacana terus sudah dilemparkan. Kan efeknya enggak bagus untuk investor, kalau dianggapnya ini hanya rumor," tuturnya.

Kejelasan dari mantan Dirut PLN itu pun disinyalir dapat mengembalikan kepercayaan pasar terhadap prospek harga saham dua bank plat merah tersebut agar kembali berada di zona hijau.

"Jadi harus dijelaskan, ini benar atau tidak? Prosesnya sudah sampai mana? Apakah sudah ada surat resmi atau enggak? Jangan sampai ujung-ujungnya kaya Pertamina dan PGAS yang enggak ada kejelasan seperti apa keputusannya, kan malah jadi rumor saja," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Hadiah Total Rp171 Juta...
Hadiah Total Rp171 Juta Disiapkan BTN Saat Semarak HUT ke-71
Peningkatan Tata Kelola...
Peningkatan Tata Kelola Hantar BTN Masuk Jajaran TOP 3 ASEAN CGS
BTN Raih Sertifikat...
BTN Raih Sertifikat Standar Internasional Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Mantan Dirut Kesandung...
Mantan Dirut Kesandung Kasus Gratifikasi, BTN Hormati Prosesnya
Potret Kinerja Bank...
Potret Kinerja Bank BTN di Kuartal III/2020 Saat Pandemi
Berita Terkini
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
38 menit yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
10 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
10 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
10 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
10 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
11 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved