Produk makanan burung Phoenix siap go internasional

Minggu, 20 April 2014 - 19:18 WIB
Produk makanan burung...
Produk makanan burung Phoenix siap go internasional
A A A
Sindonews.com - Dalam acara Indonesian Bird Champion (IBC), hadir pula beberapa UMKM yang turut berpartisipasi di dalamnya memperkenalkan produk-produk penunjang kualitas burung peliharaan.

Salah satunya adalah Phoenix, salah satu produk bahan makanan burung pemakan biji-bijian yang dulunya adalah home industry. Kemudian Phoenix berkembang menjadi sebuah UMKM, dan sekarang sudah menjadi sebuah PT yang pabriknya sendiri berdiri di kawasan BSD, Tangerang Jawa Barat.

Phoenix sendiri merupakan produk makanan burung pemakan biji-bijian yang sudah banyak dikenal di kalangan masyarakat pecinta burung kicau. Bahan dasarnya sendiri merupakan biji-bijian yang tidak sulit dicari.

"Kami bekerja sama dengan petani-petani dari wilayah Garut, Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk hasil produksi biji-bijiannya. Biasanya adalah, gabah, ketan merah dan biji-bijian lainnya," ungkap Manager Produksi Phoenix, Megawati Setianingsih yang ditemui Sindonews di acara IBC, Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (20/4/14).

Mega juga menjelaskan, ada beberapa biji-bijian yang memang sengaja diimpor dari negara luar, seperti canary seed. Karena diakuinya, canary seed tidak bisa tumbuh di Indonesia. Jadi pihaknya mengimpor dari Kanada atau dari China.

Selama hampir 18 tahun berdiri, Phoenix mengalami banyak hambatan terutama jika menghadapi musim hujan dan kemarau yang tidak stabil.

"Kita pernah mengalami 3 bulan gagal panen. Tidak ada yang dihasilkan sama sekali pada waktu itu dan mempengaruhi pendapatan. Tapi untungnya kita memiliki stok yang bisa menutup gagal panen itu. Jadi, selama 3 bulan gagal panen itu, stok barang kita tetap ada karena kita menyediakan stok cadangan," jelas Mega.

Selain itu, masalah keterlambatan produk impor yang datang ke Indonesia juga menjadi kendala, mengingat biji kenari yang mereka beli adalah produk impor.

Untuk masalah omzet sendiri, meskipun baru memasuki bulan April 2014 ini sudah mengalami kenaikan sekitar 5-10 persen. Mega bertutur, tidak terlalu mengejarnya. Ibaratnya, omzet adalah target kedua.

Yang utama adalah, produknya bisa lebih banyak dikenal orang dan mampu bersaing dengan produk lain yang memang menjadi pesaingnya. Dikatakannya, produknya siap bersaing karena dari segi kualitas, phoenix memang unggul.

Promosi produknya sendiri mencakup toko-toko besar yang berani mengambil produk dalam jumlah besar. Mega juga menambahkan bahwa produknya sekarang mulai merambah ke online dalam tahap penjajakan. "Kita sudah punya website sendiri dan facebook. Untuk nantinya kita juga akan bermain via twitter," ungkapnya.

Mega berharap produknya bisa go internasional mengingat Phoenix sendiri memiliki beberapa kelebihan. "Dari segi kemasan kita menarik, kebersihan dan proses mengemasnya pun terjamin kebersihannya, serta kualitas yang sangat baik," ungkapnya.

Selain itu, dia juga berharap, Phoenix dapat berkembang menjadi sebuah industri yang bisa "merajai" di bidang petshop, mengingat saat ini Phoenix sendiri sudah mulai memproduksi bahan makanan untuk kelinci, kucing dan anjing serta beberapa produk penunjang kebersihan binatang peliharaan lainnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Indonesia – Denmark...
Indonesia – Denmark Resmikan Kemitraan Strategis untuk Penguatan Genetika Ternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Berita Terkini
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
14 menit yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
53 menit yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
1 jam yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
1 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
2 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved