HT: Pemerintah seharusnya tidak berpikir komersial

Senin, 21 April 2014 - 10:37 WIB
HT: Pemerintah seharusnya...
HT: Pemerintah seharusnya tidak berpikir komersial
A A A
Sindonews.com - CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT) mengemukakan rencana akuisisi Bank BTN oleh Bank Mandiri akan merugikan masyarakat. Terutama masyarakat menengah ke bawah yang belum memiliki rumah.

Menurut HT, pemerintah seharusnya tidak berpikir komersial. Karena BTN alat utama masyarakat agar dapat memiliki rumah sendiri dengan biaya terjangkau.

"Pemerintah seharusnya tidak berpikir komersial, masih banyak masyarakat kita kelas menengah bawah yang belum memiliki rumah sendiri. BTN seharusnya merupakan alat utama bagi masyarakat agar dapat memiliki rumah sendiri dengan biaya terjangkau," terang HT, Senin (21/4/2014).

Sebagai informasi, Bank BTN selama ini fokus pada pembiayaan KPR yang pada umumnya melayani kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat menengah bawah. Jika mereka harus ke BPR maka biayanya sangat mahal.

Kelemahan jika diakuisi Bank Mandiri, perbankan BUMN itu fokusnya pada korporasi yang dapat mengubah prioritas BTN sebagai penyedia kredit perumahan rakyat. Bank Mandiri juga fokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, sedangkan Bank BTN lebih pada pelayanan masyarakat menengah bawah.

Sebelumnya, sejumlah analis tidak sepakat dengan rencana akuisisi yang dicetuskan pemerintah. Mereka menilai pemerintah dalam hal ini kementerian BUMN, tidak mempunyai konsep pengembangan perbankan nasional jika tetap memaksakan penambahan agenda persetujuan perubahan pemegang saham pada RUPSLB PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Karena cenderung berpotensi menjadi sebuah intervensi.

"Tidak ada untungnya jika Bank Mandiri mengakuisisi Bank BTN. Apalagi jika dibayar dengan obligasi rekap karena mengartikan Bank BTN tidak memiliki nilai lebihnya atau value added. Padahal, kinerja Bank BTN sangat baik," ujar pengamat perbankan Paul Sutaryono, Kamis (17/4/2014) lalu.

Sementara analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya melihat ketidakjelasan arah rencana akuisisi tersebut dikhawatirkan dapat menjadi sentimen negatif yang akan direspon pasar. Sehingga menyebabkan saham kedua emiten perbankan milik negara tersebut bergejolak.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Peningkatan Tata Kelola...
Peningkatan Tata Kelola Hantar BTN Masuk Jajaran TOP 3 ASEAN CGS
Mantan Dirut Kesandung...
Mantan Dirut Kesandung Kasus Gratifikasi, BTN Hormati Prosesnya
Hadiah Total Rp171 Juta...
Hadiah Total Rp171 Juta Disiapkan BTN Saat Semarak HUT ke-71
BTN Raih Sertifikat...
BTN Raih Sertifikat Standar Internasional Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Punya Jajaran Direksi...
Punya Jajaran Direksi Baru, Bank BTN Optimistis Tembus Target 2021
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
47 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved