Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.446/USD
Senin, 21 April 2014 - 16:26 WIB
Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.446/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan ini ditutup melemah sejalan terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.446 per USD. Posisi ini tergerus 22 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.424 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.422 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.421 per USD dan terlemah di level Rp11.448 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp11.446 per USD, dengan kisaran harian Rp11.420-11.480 per USD. Posisi sore ini anjlok 22 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.424 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada level Rp11.442 per USD. Posisi ini terdepresiasi 15 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.427 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.430 per USD. Posisi ini melemah 12 poin dari penutupan Kamis (17/4/2014) Rp11.418 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi melemahnya IHSG dan pernyataan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengenai defisit current account, yang diperkirakan akan mencapai lebih dari USD4 miliar atau lebih tinggi dari level sebelumnya sebesar USD3,9 miliar.
"Hal itu cenderung membatasi pergerakan rupiah," kata dia, Senin (21/4/2014).
Sementara IHSG sore ini tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau, padahal sejak pagi berhasil menguat. IHSG di akhir sesi sore tergelincir 5,34 poin atau 0,11 persen ke level 4.891,71.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,81 triliun dengan 6,52 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp277,13 miliar. Tercatat 128 saham naik, 168 saham melemah dan 103 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.446 per USD. Posisi ini tergerus 22 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.424 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.422 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.421 per USD dan terlemah di level Rp11.448 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp11.446 per USD, dengan kisaran harian Rp11.420-11.480 per USD. Posisi sore ini anjlok 22 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.424 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada level Rp11.442 per USD. Posisi ini terdepresiasi 15 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.427 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.430 per USD. Posisi ini melemah 12 poin dari penutupan Kamis (17/4/2014) Rp11.418 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi melemahnya IHSG dan pernyataan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengenai defisit current account, yang diperkirakan akan mencapai lebih dari USD4 miliar atau lebih tinggi dari level sebelumnya sebesar USD3,9 miliar.
"Hal itu cenderung membatasi pergerakan rupiah," kata dia, Senin (21/4/2014).
Sementara IHSG sore ini tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau, padahal sejak pagi berhasil menguat. IHSG di akhir sesi sore tergelincir 5,34 poin atau 0,11 persen ke level 4.891,71.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,81 triliun dengan 6,52 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp277,13 miliar. Tercatat 128 saham naik, 168 saham melemah dan 103 saham stagnan.
(rna)