Kimia Farma akan bangun pabrik garam farmasi

Selasa, 22 April 2014 - 11:32 WIB
Kimia Farma akan bangun...
Kimia Farma akan bangun pabrik garam farmasi
A A A
Sindonews.com - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia berencana mendirikan pabrik garam farmasi. Hal ini dalam rangka menyuplai kebutuhan garam farmasi di Indonesia yang hingga sekarang seluruhnya masih dipenuhi oleh produk impor.

"Saat ini industri farmasi Indonesia masih sangat tergantung pada bahan baku impor. Hampir 95 persen bahan baku obat (BBO) yang diperlukan masih harus diimpor," ungkap Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman di Kementerian BUMN, Selasa (22/4/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai langkah awal untuk pendirian pabrik tersebut telah dilakukan kajian studi kelayakan pada kapasitas yang diinginkan. Hasilnya diharapkan dapat dijadikan dokumen pendukung dalam meminimalkan resiko pada saat pendirian pabrik garam farmasi.

"Kita sudah melangkah jauh, kita bangun pabrik dan awal tahun depan bisa produksi. Menghemat devisa negara dari 6.000 ton garam farmasi yang impor. Untuk pertama ini, kita ambil grade farmasi," pungkas dia.

Pabrik akan didirikan Watudakon, Jombang, Jawa Timur dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp28 miliar. Dana tersebut berasal dari kas perusahaan.

Saat ini, kegiatan pembuatan detailed engineering design dan perizinan dari instansi terkait sedang dalam proses pengerjaan dan aplikasi. Diharapkan pada kuartal III/2014 dapat dilakukan groundbreaking dan akan mulai berproduksi pada 2015 mendatang.

Sekedar Informasi, data Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menunjukkan bahwa impor garam farmasetis tahun 2013 sebesar 3.152 ton dan seluruhnya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kenaikan volume impor garam farmasetis pada rentang 2011-2012 dan 2012-2012 masing-masing mencapai 25 persen dan 35 persen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kembali Berlayar di...
Kembali Berlayar di Kepulauan Seribu, Klinik Apung Disambut Positif
Luncurkan 2 Layanan...
Luncurkan 2 Layanan Baru, Kimia Farma Diagnostika Optimistis Raih Pendapatan Rp2,5 T
Layanan Vaksinasi Covis-19...
Layanan Vaksinasi Covis-19 Berbayar di Kimia Farma, Intip Jenis Vaksin dan Cara Pendaftarannya
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Menelusur Fakta Vaksinasi...
Menelusur Fakta Vaksinasi Bayar Sendiri di Kimia Farma Berujung Penundaan
Partai Gelora Kritik...
Partai Gelora Kritik Bos Kimia Farma Tolak Minta Maaf Kasus Antigen Bekas
Berita Terkini
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
20 menit yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
1 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
1 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
12 jam yang lalu
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved