Aktivitas manufaktur China naik tipis

Rabu, 23 April 2014 - 13:07 WIB
Aktivitas manufaktur...
Aktivitas manufaktur China naik tipis
A A A
Sindonews.com - Raksasa perbankan Inggris, HSBC melaporkan, aktivitas manufaktur China meningkat sedikit pada April, karena permintaan domestik menunjukkan perbaikan. Namun, ekonomi terbesar kedua di dunia itu masih menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

HSBC mengatakan, bahwa Indeks manajer pembelian (PMI) menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur pabrik dan bengkel di China, naik menjadi 48,3 pada April dari 48,0 pada Maret.

Indeks ini alat ini yang diawasi dengan ketat dari kesehatan kekuatan ekonomi Asia, sebagai pendorong utama pertumbuhan global. Angka di bawah 50 poin menunjukkan sinyal kontraksi sementara apa pun di atas poin itu menunjukkan sinyal pertumbuhan.

Sementara, angka menunjukkan sektor manufaktur penting di negara itu masih menyusut pada tingkat yang lebih lambat. "Permintaan domestik menunjukkan perbaikan ringan dan tekanan deflasi mereda," kata ekonom HSBC Qu Hongbin dalam sebuah pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/4/2014).

"Tapi downside risiko terhadap pertumbuhan masih terlihat baik, di mana masih adanya pesanan ekspor baru dan kerja kontrak," katanya.

Namun, saham di Shanghai Composite Index sebesar 0,49 persen lebih rendah pada akhir perdagangan pagi ini. Pekan lalu perekonomian melemah untuk kuartal kedua berturut-turut pada Januari-Maret, tumbuh 7,4 persen secara year on year, di mana para pemimpin menyalahkan pemulihan global yang lambat dan reformasi struktural dalam negeri.

Hal tersebut menandai penurunan tajam dari pertumbuhan 7,7 persen pada Oktober-Desember dan 7,8 persen dalam tiga bulan sebelumnya. Beijing telah mengumumkan serangkaian tindakan yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan, termasuk keringanan pajak untuk usaha kecil dan pengeluaran infrastruktur yang ditargetkan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
2 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
3 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
3 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved