Rupiah dibuka di level Rp11.608/USD
Kamis, 24 April 2014 - 10:06 WIB
Rupiah dibuka di level Rp11.608/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini dibuka melanjutkan pelemahan kemarin seiring kembali terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.608 per USD. Posisi ini anjlok 18 poin dari penutupan Rabu (23/4/2014) di level Rp11.590 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah dibuka pada level Rp11.633 per USD. Posisi ini terdepresiasi 55 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.578 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp11.630 per USD. Posisi ini masih sama dengan penutupan hari sebelumnya.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp11.616 per USD. Posisi ini menguat 14 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp11.630 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju nilai tukar rupiah masih dalam zona merah seiring respon negatif pelaku pasar terhadap spekulasi hasil pemilu legislatif dan kemungkinan koalisi yang akan terbentuk.
"Di sisi lain, masih adanya kekhawatiran akan membesarnya defisit neraca perdagangan Indonesia yang diikuti defisit neraca berjalan turut membuat rupiah terdepresiasi," kata dia, Kamis (24/4/2014).
Laju rupiah di bawah level support Rp11.512. Rupiah berada dalam kisaran Rp11.628-11.572 berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI).
Sementara IHSG pagi ini dibuka kembali memerah seiring memerahnya bursa Asia. IHSG tergerus 1,47 poin atau 0,03 persen ke level 4.891,68. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp11,51 miliar dengan 50,60 juta saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp16,26 miliar. Tercatat 39 saham naik, 39 saham melemah dan 53 saham stagnan.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.608 per USD. Posisi ini anjlok 18 poin dari penutupan Rabu (23/4/2014) di level Rp11.590 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah dibuka pada level Rp11.633 per USD. Posisi ini terdepresiasi 55 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.578 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp11.630 per USD. Posisi ini masih sama dengan penutupan hari sebelumnya.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp11.616 per USD. Posisi ini menguat 14 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp11.630 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju nilai tukar rupiah masih dalam zona merah seiring respon negatif pelaku pasar terhadap spekulasi hasil pemilu legislatif dan kemungkinan koalisi yang akan terbentuk.
"Di sisi lain, masih adanya kekhawatiran akan membesarnya defisit neraca perdagangan Indonesia yang diikuti defisit neraca berjalan turut membuat rupiah terdepresiasi," kata dia, Kamis (24/4/2014).
Laju rupiah di bawah level support Rp11.512. Rupiah berada dalam kisaran Rp11.628-11.572 berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI).
Sementara IHSG pagi ini dibuka kembali memerah seiring memerahnya bursa Asia. IHSG tergerus 1,47 poin atau 0,03 persen ke level 4.891,68. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp11,51 miliar dengan 50,60 juta saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp16,26 miliar. Tercatat 39 saham naik, 39 saham melemah dan 53 saham stagnan.
(rna)