KKP: RI harus siap hadapi AEC 2015

Jum'at, 25 April 2014 - 12:44 WIB
KKP: RI harus siap hadapi...
KKP: RI harus siap hadapi AEC 2015
A A A
Sindonews.com - Indonesia harus siap mengahadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang.

"Sektor-sektor prioritas kita dalam rangka menuju AEC ini juga telah disepakati dan ditetapkan," kata Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut Hutagalung di Jakarta, Jumat (25/4/2014).

Pada ASEAN Summit ke-9 tahun 2003 telah ditetapkan 11 Priority Integration Sectors (PIS) yang dalam perkembangannya pada 2006 menjadi 12 PIS, yang terdiri atas tujuh sektor barang dan lima sektor jasa, yaitu produk pertanian, otomotif, elektronik, perikanan, produk turunan dari karet, tekstil dan pakaian, produk turunan dari kayu, transportasi udara, e-ASEAN (ITC), kesehatan, pariwisata dan jasa logistik.

Menurut dia, tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif yang berbeda antarnegara anggota ASEAN akan berpengaruh dalam menentukan manfaat AEC 2015 di antara negara ASEAN. AEC akan menciptakan pasar yang mencakup wilayah seluas 4,47 juta kilometer persegi (km2) dengan potensi 601 juta jiwa. Karena itu, perlu keseriusan dan perbaikan-perbaikan agar Indonesia mampu menjadi pemain utama, bukan hanya sebagai partisipan atau penonton.

"Indonesia harus meningkatkan daya saing guna menghadapi integrasi perekonomian dan meningkatkan potensi pasar domestik. Salah satu strategi untuk membendung membanjirnya produk impor masuk ke Indonesia adalah standar," imbuh dia.

Lebih lanjut Saut mengharapkan, selain Indonesia harus menjadi pemain utama, Indonesia harus menjadi pemenang dan unggul dalam bidang pemasaran hasil perikanan mengingat negara ini juga merupakan negara yang kaya akan hasil laut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
KKP Genjot Peluang Investasi...
KKP Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan Selama 2022
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
54 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved