Uji produksi Louise Sangasanga Field tembus 8.280 BOPD

Jum'at, 25 April 2014 - 17:48 WIB
Uji produksi Louise...
Uji produksi Louise Sangasanga Field tembus 8.280 BOPD
A A A
Sindonews.com - Uji produksi sumur Louise (LSE) 1055 milik PT Pertamina EP Sangasanga Field yang selesai pada 19 April 2014 memberi hasil fantastis, menembus angka 8.280 barrels of oil per day/BOPD open flow/sembur alam.

Hasil ini sekaligus menjadikan sumur LSE 1055 sebagai sumur minyak dengan produksi terbesar dalam sejarah PT Pertamina EP.

Development Director PT Pertamina EP Satoto Agustono mengatakan, dengan hasil pemboran dari sumur Louise-1055 tersebut membuat kami makin semangat untuk terus meningkatkan produksi migas nasional.

Dia mengungkap, menariknya, sumur Louise 1055 merupakan sumur pengembangan yang dibor dan diselesaikan hanya dalam kurun waktu 40 hari.

“Karena itu, berikutnya akan dilaksanakan pemboran pada 10 sumur untuk mengembangkan target reservoir deep zone yang merupakan target baru dan belum pernah ditembus dan diproduksi sebelumnya,” papar Satoto dalam siaran persnya, Jumat (25/4/2014).

Untuk LSE-1055 terdapat lapisan yang memberikan peluang baik yaitu lapisan/zone dan dari hasil uji MDT menyatakan bahwa sumur LSE-1055 memiliki kandungan/cadangan minyak yang dapat diproduksikan.

Berdasarkan bean performance (uji jepitan) yang dilakukan menunjukan hasil produksi jepitan 24/64 inchi setara 1.172 BOPD dengan kadar air (traces).

Dengan pencapaian ini, lanjut dia, dalam waktu dekat akan dilaksanakan uji potensi bean performance dan pressure reservoir untuk menentukan produksi yang optimal.

"Untuk melengkapi keberhasilan sumur di struktur Louise ini, kami akan menambah 10 Sumur pemboran di struktur tersebut," tandas Satoto.

Sementara itu, dengan tambahan produksi dari sumur Louise 1055, total produksi minyak PT Pertamina EP saat ini mencapai 119.000 BOPD. Selanjutnya, minyak hasil produksi Sangasanga Field akan diolah di kilang milik Pertamina yang dikelola RU V Balikpapan.

Menanggapi pencapaian ini, Asset 5 Exploitation Senior Manager, Ganda Asnanda menyampaikan, dengan hasil pemboran LSE-1055, didapatkan prospek migas yang diperkirakan sangat menjanjikan keekonomiannya.

Menurutnya, hasil ini sekaligus membuat PT Pertamina EP melihat peluang baru untuk mengembangkan struktur Louise ini.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
13 menit yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
34 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
1 jam yang lalu
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
2 jam yang lalu
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
3 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi C-130J-30,...
Spesifikasi C-130J-30, Raksasa Langit TNI AU yang Tembus Langit Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved