Harga minyak dunia susut seiring penurunan pasar ekuitas
Sabtu, 26 April 2014 - 08:15 WIB
Harga minyak dunia susut seiring penurunan pasar ekuitas
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia pada akhir pekan ini ditutup menurun, di tengah melemahnya pasar ekuitas Amerika Serikat (AS) karena pendapatan perusahaan mengecewakan dan kekhawatiran krisis di Ukraina.
Dilansir dari Shanghai Daily, Sabtu (26/4/2014), saham di AS turun menanggapi peningkatan ketegangan antara Ukraina dan Rusia, serta perkiraan keuntungan perusahaan otomotif Ford.
Di sisi ekonomi, disesuaikan pengaruh musiman, pembacaan awal Indeks Manajer Pembelian Jasa AS pada April sebesar 54,2 poin, turun dari 55,3 poin di bulan sebelumnya. Pembacaan terbaru merupakan yang terendah kedua sejak Oktober 2013 dan kecepatan paling lambat dari ekspansi .
Persediaan minyak mentah AS juga ikut menekan pasar. Administrasi Informasi Energi (EIA) mencatat persediaan minyak mentah Amerika naik 3,5 juta barel menjadi 397.700.000 barel untuk pekan yang berakhir 11 April, tingkat tertinggi dalam 83 tahun.
Di sisi lain, kebuntuan konflik antara Ukraina dan Rusia mencapai puncaknya pada Kamis, saat militer Kremlin mulai melakukan latihan di dekat perbatasan, menanggapi operasi anti teror Kiev yang menyebabkan lima pengunjuk rasa pro-Moskow tewas.
Presiden AS Barack Obama, Jumat waktu setempat, memberitahu negara-negara Eropa atas rencananya menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas kegagalan meredakan ketegangan.
Minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni di bursa perdagangan New York Mercantile Exchange, turun USD1,34 menjadi USD100,60 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni turun USD0,75, ditutup menjadi USD109,58 per barel.
Dilansir dari Shanghai Daily, Sabtu (26/4/2014), saham di AS turun menanggapi peningkatan ketegangan antara Ukraina dan Rusia, serta perkiraan keuntungan perusahaan otomotif Ford.
Di sisi ekonomi, disesuaikan pengaruh musiman, pembacaan awal Indeks Manajer Pembelian Jasa AS pada April sebesar 54,2 poin, turun dari 55,3 poin di bulan sebelumnya. Pembacaan terbaru merupakan yang terendah kedua sejak Oktober 2013 dan kecepatan paling lambat dari ekspansi .
Persediaan minyak mentah AS juga ikut menekan pasar. Administrasi Informasi Energi (EIA) mencatat persediaan minyak mentah Amerika naik 3,5 juta barel menjadi 397.700.000 barel untuk pekan yang berakhir 11 April, tingkat tertinggi dalam 83 tahun.
Di sisi lain, kebuntuan konflik antara Ukraina dan Rusia mencapai puncaknya pada Kamis, saat militer Kremlin mulai melakukan latihan di dekat perbatasan, menanggapi operasi anti teror Kiev yang menyebabkan lima pengunjuk rasa pro-Moskow tewas.
Presiden AS Barack Obama, Jumat waktu setempat, memberitahu negara-negara Eropa atas rencananya menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas kegagalan meredakan ketegangan.
Minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni di bursa perdagangan New York Mercantile Exchange, turun USD1,34 menjadi USD100,60 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni turun USD0,75, ditutup menjadi USD109,58 per barel.
(dmd)
Lihat Juga :